Minggu, 26 April 2026

Pendidikan

Sanksi Tegas! Peserta UTBK-SNBT 2025 yang Ketahuan Curang Bisa Terancam Pidana 

Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab SNPMB, Muryanto Amin mengancam, peserta yang ketahuan berbuat curang dapat dipidanakan.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy
UTBK-SNBT 2025 - Konferensi pers hari pertama pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 di UI, Rabu (23/4/2025). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (UTBK-SNBT) resmi dimulai pada Rabu (23/4/2025).

Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) itu dijadwalkan berlangsung pada 23-30 April 2025 dan dilanjutkan pada 2-5 Mei 2025, secara serentak.

Mengantisipasi adanya kecurangan, panitia UTBK-SNBT telah melakukan berbagai mitigasi.

Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab SNPMB, Muryanto Amin mengancam, peserta yang ketahuan berbuat curang dapat dipidanakan.

“Lalu kalau itu terjadi maka itu dikasih sanksi, sanksinya bahkan bisa sampai ke pidana,” kata Amin di Universitas Indonesia (UI), Rabu (23/4/2025).

Baca juga: Breaking News: Hari Pertama UTBK-SNBT 2025, 55 Ribu Peserta Ikuti Ujian di UI

Amin menjelaskan, pihaknya telah mengkaji, pola-pola yang berpotensi menjadi celah kecurangan bagi peserta UTBK-SNBT.

Selain itu, pihak penyelenggara juga telah melakukan mitigasi kecurangan dari proses pendaftaran hingga pelaksanaan ujian.

“Jadi ini segala persiapan yang kita lakukan di pusat-pusat UTBK dan pelaksanaan ujian UTBK ini memang kita monitoring darat, laut, dan udara,” ujarnya.

Dalam artian, penyelenggara akan melakukan monitoring baik secara langsung maupun proteksi server internet yang digunakan untuk ujian.

“Kalau tetap terjadi, sanksinya itu berat, bahkan sampai ke polisi,” tegasnya.

Baca juga: Selesai Ujian Sekolah, Pelajar SMAN 1 Jakarta Serang Warga di Jatinegara, 19 Orang Ditangkap

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi berharap, budaya kejujuran dapat ditumbuhkan untuk peserta UTBK-SNBT.

“Tapi ada juga yang penting ya sebetulnya kita juga bersama-sama ingin menumbuhkan budaya jujur, budaya kejujuran kepada adik-adik peserta,” kata Munadi.

“Karena apapun, sejatinya pendidikan tak hanya masalah lulus ujian, tapi juga bagaimana lulus godaan curang,” sambungnya.

Munadi menambahkan, panitia UTBK-SNBT juga telah memperkuat pengawasan berbasis sistem untuk mencegah kecurangan. (m38)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved