Gempa Bumi
Empat Desa di Kabupaten Bogor Terdampak Gempa Bumi, Puluhan Rumah Rusak Ringan
BPBD Kabupaten Bogor menyebut bangunan yang rusak akibat guncangan gempa untuk wilayah Kabupaten Bogor ada di empat desa.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM.COM, CIBINONG - Empat desa di Kabupaten Bogor terdampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Bogor pada Kamis (10/4/2025) malam.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani kepada wartawan pada Jumat (11/4/2025).
"Untuk Kabupaten Bogor, tidak ada kerusakan signifikan dari gempa dengan Magnitudo 4,1 semalam. Tetapi ada sejumlah bangunan yang rusak ringan," kata Adam.
Dia menjelaskan bangunan yang rusak akibat guncangan gempa tersebar di empat desa.
"Desa Cijayanti di Kecamatan Babakan Madang, Desa Tapos diKecamatan Tenjolaya, Desa Pasir Angin di Kecamatan Megamendung, dan Desa Sukajaya di Kecamatan Tamansari terdampak gempa ini," paparnya.
Baca juga: Kota Bogor Dilanda Gempa Magnitudo 4,1, Warga Depok Heboh Rasakan Guncangannya
Adam menjelaskan pihaknya baru selesai melakukan pemetaan kerusakan di Desa Cijayanti.
"Ada 10 bangunan yang rusak di Desa Cijayanti, 9 diantaranya rusak ringan dan 1 rusak sedang," jelasnya.
Sementara untuk tiga desa lainnya, lanjut Adam, sejauh ini belum ada laporan masuk.
"Kita baru melakukan kajian di tiga desa lainnya. Belum ada data yang masuk," beber Adam.
Sebagai informasi, gempa dengan kekuatan magnitudo M4,1 mengguncang wilayah Bogor pada Kamis (10/4/2025) malam.
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,1 di Kota Bogor Kategori Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa bumi di Bogor ini terjadi pada Kamis, 10 April 2025 pukul 22.16.13 WIB.
"Gempa Bogor memiliki magnitudo M4,1 dengan episenter terletak di darat tepatnya pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT dengan kedalaman hiposenter 5 km," kata Daryono dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2025).
Dia menjelaskan gempa Bogor merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif.
"Bukti bahwa Gempa Bogor adalah gempa tektonik tampak pada bentuk gelombang gempa hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) dengan karakteristik gelombang S (Shear) yang kuat dengan komponen frekuensi tinggi," beber Daryono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Gempa-Mag-41-mengguncang-wilayah-Kota-Bogor.jpg)