Berita Jakarta
Hari Ini Pemprov DKI Jakarta Tebar Garam untuk Modifikasi Cuaca Antisipasi Cuaca Ekstrem 11-12 Maret
Pram mengatakan, OMC akan dilakukan mulai Minggu (9/3/2025) untuk menyikapi prakiraan cuaca ekstrem oleh BMKG pada 11-12 Maret mendatang.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan BNPB dan BMKG serta TNI AU untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada Minggu (9/3/2025).
Pram mengatakan, OMC akan dilakukan mulai Minggu (9/3/2025) untuk menyikapi prakiraan cuaca ekstrem oleh BMKG pada 11-12 Maret mendatang.
“Kalau memang betul tanggal 11-12 Maret ini intensitasnya (hujan) tinggi maka boleh dilakukan sejak minggu besok dan itu harus dilakukan. Dan saya sudah memerintahkan untuk dilakukan,” katanya.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan kata Pram dengan cara menyemai garam ke awan potensial.
Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu menyebut, pemerintah daerah telah memiliki anggaran untuk operasi ini lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Baca juga: BMKG Prediksi Curah Hujan Relatif Tinggi Sampai 11 Maret, Pemerintah Prioritaskan Modifikasi Cuaca
"Jadi modifikasi cuaca pemerintah Jakarta punya anggaran dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) juga punya anggaran,” ujar Pram yang dikutip pada Minggu (9/3/2025).
Diketahui, BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Namun, intensitas hujan diperkirakan akan menurun.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengungkapkan puncak cuaca ekstrem yang menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi kembali akan meningkat pada 11 Maret 2025.
Baca juga: Cuaca Ekstrim Masih Terjadi Hingga 11 Maret, Pemkab Bogor Gandeng BNPB Modifikasi Cuaca Atasi Banjir
“Kemungkinan akan kembali menjadi ekstrem lagi sekitar tanggal 10-11 Maret 2025. Kami memohon untuk terus mengupdate perkembangan informasi cuaca,” ujar Dwikorita dalam rapat koordinasi dengan Menko PMK, BNPB, Basarnas dan BPBD dari sejumlah wilayah, Selasa (4/3/2025).
Dia menekankan, informasi dari BMKG dilakukan sedini mungkin dan berulang kali setiap tiga jam. Bahkan, ketika hari H, perkembangan informasi diberikan setiap 30 menit.
“Mohon menyampaikan peringatan kepada masyarakat yang ada di bantaran sungai sebelum mereka terjebak, mungkin ada upaya mereka ditolong,” katanya. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ilustrasi-operasi-modifikasi-cuaca-dengan-menebar-garam.jpg)