Minggu, 7 Juni 2026

Kabupaten Bogor

Pemborosan Makanan di Kabupaten Bogor Capai Rp 2,2 Triliun per Tahun

Bambam mengatakan sekitar sepertiga dari makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia hilang atau terbuang selama proses panen dan konsumsi. 

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
PEMBOROSAN MAKANAN - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Rakor Gerakan Selamatkan Pangan di Cibinong, pada Selasa (25/2/2025). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor mengajak masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dunia usaha untuk menghentikan pemborosan pangan atau food waste.  

Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Bambam Setiaji, dalam kegiatan Rakor Gerakan Selamatkan Pangan di Cibinong, pada Selasa (25/2/2025).

Bambam mengatakan sekitar sepertiga dari makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia hilang atau terbuang selama proses panen dan konsumsi. 

Fenomena ini, yang dikenal dengan istilah food loss and waste (FLW), telah menjadi isu global dan lokal, termasuk di Kabupaten Bogor. 

Baca juga: Kisah Komunitas Kampung Kita Depok Ubah Lahan Tidur Menjadi Urban Farming dan Food Estate

"Tren food waste yang semakin meningkat berdampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial," kata Bambam. 

Dia menambahkan, tingginya tingkat food waste yang dihasilkan sangat kontras dengan banyaknya penduduk yang masih mengalami kerawanan pangan.

“Food waste ini tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tapi juga memperburuk ketahanan pangan masyarakat, terutama mereka yang rentan terhadap masalah pangan,” ujarnya.

Bambam menambahkam Rapat Koordinasi Gerakan Selamatkan Pangan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas sektor swasta dalam penanganan food waste. 

Baca juga: Kaka Slank Punya Lahan Pertanian di Bogor, Hasilnya Dikonsumsi Sendiri

"Rapat ini diharapkan dapat mencegah peningkatan food waste dan memperkuat kolaborasi untuk menciptakan sistem pangan berkelanjutan di Kabupaten Bogor," tuturnya.

Dia berharap kegiatan ini dapat membuka kesadaran dan mendorong sektor swasta untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sisa pangan. 

"Rakor ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kerjasama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutur Bambam.

Berdasarkan informasi, rata-rata jumlah food waste per orang di Kabupaten Bogor mencapai 77 kg per tahun, dengan estimasi kerugian ekonomi sebesar Rp 2,2 triliun, setara dengan 0,8 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bogor

Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis memaparkan, pada aspek ketahanan pangan, sekitar 29 kg makanan yang masih layak konsumsi per kapita per tahun terbuang sia-sia. 

Baca juga: Sapa Masyarakat Jonggol, Jaro Ade Dapat Curhat Masalah Pertanian Hingga Pengangguran

“Ini bisa menghilangkan kesempatan seseorang untuk memenuhi kecukupan energi dan 21 zat gizi selama 7 hari,” katanya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved