Berita Nasional
Polri Terkena Efisiensi Anggaran Rp 20,5 Triliun, Ini Sektor yang Bakal Dipangkas
Dengan adanya pemangkasan ini, Polri berharap kegiatan operasional ke depan dapat lebih bermanfaat.
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SEMANGGI - Kebijakan efisiensi anggaran yag diberlakukan Presiden Prabowo Subianto juga diberikan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Polri terkena pemangkasan anggaran sebesar Rp 20,5 triliun sebagai dampak dari
Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menyampaikan Polri mendukung kebijakan pemerintah, termasuk soal ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis, serta kebijakan lainnya.
“Kebijakan Presiden ini menjadi pedoman bagi seluruh kementerian dan lembaga terkait mengenai apa yang harus dikerjakan dan ditindaklanjuti,” kata Sandi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (13/2/2025).
Sandi menjelaskan, efisiensi anggaran ini sudah diformat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama stakeholder terkait, termasuk Asrena Polri dan satuan kerja (satker) pengguna anggaran.
“Setiap kali ada pertemuan, Bapak Kapolri selalu menekankan pentingnya efisiensi anggaran, termasuk pada rapat pimpinan TNI-Polri yang digelar kemarin,” ucapnya.
Baca juga: Demi Efisiensi APBN dan Meringankan Rakyat, Sekjen PKN: Paksa Obligor BLBI Bayar Utangnya
Dengan adanya pemangkasan ini, Polri berharap kegiatan operasional ke depan dapat lebih bermanfaat, dengan fokus pada pengurangan anggaran untuk perjalanan dinas, rapat, dan pengeluaran lain.
Diberitakan Kompas.com, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebelumnya mengungkapkan anggarannya pada 2025 mengalami efisiensi sebesar Rp20,5 triliun atau 16,26 persen dari total pagu awal.
Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran, Komjen Wahyu Hadiningrat, menjelaskan sebelum efisiensi, anggaran Polri mencapai Rp 126,6 triliun.
Baca juga: Menteri PU Sebut Anggaran IKN Diblokir, Begini Klarifikasi Pihak Istana
Dari jumlah tersebut, Rp 59,44 triliun atau 46,95 persen dialokasikan untuk belanja pegawai, Rp 34,007 triliun atau 26,91 persen untuk belanja barang, dan Rp 33,09 triliun atau 26,14 persen untuk belanja modal.
"Di sini kami urai dalam per program. Itu profesionalisme sumber daya manusia Rp 2,4 triliun, penyelidikan dan penyidikan Rp5,6 triliun, pengadaan Alat Material Khusus (almatsus) Polri dan sarana prasarana Rp 45,7 triliun, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat Rp 20,3 triliun, serta dukungan manajemen Rp 52,5 triliun,” ujar Wahyu dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (12/2/2025).
Setelahnya, lanjut Wahyu, Polri melakukan rekonstruksi anggaran sesuai dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto dan rapat dengan Kementerian Keuangan.
Hasilnya, anggaran Polri mengalami pemangkasan sebesar Rp 20,5 triliun atau 16,26 persen dari total pagu awal. “Kalau diurai, ini di luar dari belanja pegawai. Yang terkena rekonstruksi adalah belanja barang dan belanja modal,” jelas Wahyu. (m31)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Menteri-Pertahanan-Prabowo-Subianto-beri-pembekalan-kepada-906-calon-perwira-remaja-TNI-Polri.jpg)