Minggu, 10 Mei 2026

Berita Nasional

Begini Respons Presiden Prabowo Terkait Warga Negara Indonesia Tewas Ditembak Aparat Malaysia

Hal itu diungkapkan Prabowo usai menghadiri rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tayang:
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: murtopo
Warta Kota /Alfian Firmansyah
PRABOWO DI RAPIM TNI-POLRI - Prabowo usai menghadiri rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025). Dalam rapat tersebut Prabowo Subianto meminta kasus penembakan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) diinvestigasi. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alfian Firmansyah 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto meminta kasus penembakan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) diinvestigasi.

Hal itu diungkapkan Prabowo usai menghadiri rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025).

"Ya itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi ya kan," kata Prabowo Kemudian Prabowo mengingatkan, agar para pekerja migran Indonesia tidak ikut-ikutan dalam kegiatan ilegal.

Menurutnya, negara asing akan bertindak jika pihak luar memaksa melakukan penyelundupan.

Baca juga: Warga Indonesia Ditembak Aparat Malaysia, Satu Orang Tewas, Satu Kritis Tiga Luka-luka

"Tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal. Kalau nyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak," ujarnya.

Ia meminta WNI tidak gampang dibohongi oleh sindikat penyelundupan, dan meminta semua pihak waspada.

"Jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini, berjanji itu. Ya kita waspada, kita ingatkan, tapi kita juga yakin pihak Malaysia akan melaksanakan penyelidikan," tuturnya. 

Kemudian Prabowo juga menambahkan, jika dirinya sempat dibahas dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. 

"Itu (penembakan WNI) secara garis besar kita bicarakan," kata Prabowo. 

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Pemerasan WN Malaysia, Dua Polisi Polda Metro Dijatuhi Hukuman Demosi 5 Tahun

Sebelumnya, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) selaku penjaga wilayah laut Malaysia menembak sebuah kapal di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, pada Jumat (24/1) sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat. 

Penembakan dilakukan setelah para penumpang kapal diduga melakukan perlawanan sehingga menyebabkan satu WNI meninggal dunia. 

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menyatakan korban meninggal dunia dengan inisial B akan dipulangkan ke Indonesia setelah selesai menjalani autopsi, sementara empat korban lainnya telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyebut jenazah B yang berasal dari Riau itu dipulangkan pada Kamis (30/1). 

Kementerian P2MI telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau dan pemerintah daerah setempat terkait pemulangan jenazah. 

Kementerian P2MI mengecam insiden tersebut serta mendesak pemerintah Malaysia untuk segera melakukan pengusutan dan mengambil tindakan tegas terhadap petugas patroli APMM apabila terbukti melakukan tindakan yang melibatkan penggunaan kekuatan berlebihan. (m32)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved