Kabupaten Bogor
Harga Minyakita di Kabupaten Bogor Melampaui HET, Bachril Minta Polisi dan Jaksa Selidiki
Bachril mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut penyebab tingginya harga Minyakita.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Minyak goreng subsidi, Minyakita, dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Kabupaten Bogor.
Hal itu diungkapkan Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, kepada wartawan di Cibinong, Senin (27/1/2025).
"Minyakita di Kabupaten Bogor dijual Rp 16.500 sampai Rp 17.000 per liter. Sementara harga eceran tertinggi adalah Rp15.700 per liter," kata Bachril.
Dia mengaku mendapat laporan dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bahwa harga Minyakita di Kabupaten Bogor melebihi harga eceran tertinggi.
Baca juga: Zulkifli Hasan Mengklaim Program Minyakita yang Digagasnya Sukses, Pekan Depan Harganya Bakal Naik
“Kami sudah pantau langsung di dua distributor yang ada di wilayah Sukaraja dan Cibinong, Kabupaten Bogor. Ternyata di dua tempat ini barangnya kosong. Ini yang membuat Minyakita di pasar melebihi harga eceran tertinggi,” jelas Bachril.
Bachril mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut penyebab tingginya harga Minyakita melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Kabupaten Bogor.
“Pengusutan ini penting dilakukan dalam rangka memastikan masyarakat bisa membeli Minyakita sesuai harga yang ditentukan oleh pemerintah," ucapnya.
Baca juga: Kota Depok Dapat Bantuan 2 Ribu Liter Tambahan Minyakita, Dipasok ke Pasar Cisalak dan Pasar Agung
Jika terbukti ada pelanggaran oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, lanjut Bachril, tentu akan dikenakan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
"Kita akan tunggu pemeriksaan lebih lanjut, dan kami akan laporkan juga ke pusat," tuturnya.
Kepala Bulog Cabang Dramaga Bogor, Yanto Nurdiyanto mengungkapkan harga Minyakita di pasaran memang cukup tinggi.
"Stok Minyakita di Bulog saat ini memang kosong. Kami sudah mengajukan support dari Bulog pusat supaya Minyakita di cabang-cabang Bulog yang ada wilayah Jawa Barat ini tersedia," bebernya
Menurutnya, disparitas harga Minyakita di lapangan terjadi karena mata rantai yang terlalu panjang.
"Bulog sendiri sebetulnya bisa membeli stok, namun yang dikhawatirkan nanti harga jualnya bisa diatas harga eceran tertinggi,” ungkap Yanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pj-Bupati-Bogor-Bachril-Bakri-jaket-merah-putih-melakukan-sidak-harga-Minyak-Kita.jpg)