Banjir

5 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor Telan Korban Jiwa di Padanglawas Sumatera Utara

Kepala Polisi Resor Padanglawas, AKBP Diari Astitika melaporkan, terdapat sekitar delapan titik lokasi banjir di Kecamatan Barumun.

Editor: murtopo
DOK. POLRES PADANGLAWAS
Banjir melanda Kabupaten Padanglawas Sumatera Utara pada, Sabtu (23/11/2024) mengakibatkan 5 orang meninggal dunia. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PADANGLAWAS - Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi menyebabkan banjir dan longsor di Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/11/2024) kemarin.

Kepala Polisi Resor Padanglawas, AKBP Diari Astitika melaporkan, terdapat sekitar delapan titik lokasi banjir di Kecamatan Barumun.

"Banjir juga merendam ratusan rumah warga, dan pada Sabtu sekitar pukul 10.00, banjir mulai perlahan surut. Banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Barumun," kata dia.

Peristiwa banjir besar ini juga merenggut lima nyawa.

Satu orang, Panjang Panggabean (52), ditemukan tewas tersangkut di pohon kelapa sawit muda di pinggiran aliran Sungai Barumun.

Baca juga: Banjir Bandang di Karawang, Air Bah dari Sungai Cigentis Terjang 3 Desa

"Banjir di Kecamatan Barumun menyebabkan satu orang warga tewas terseret banjir, dan ditemukan di pinggir aliran sungai pada Sabtu pagi," ujar AKBP Diari Astitika seperti dilansir Kompas.com, Minggu (24/11/2024).

Diari menjelaskan, hujan dengan curah tinggi terjadi sejak Jumat (22/11/2024) malam.

Saat itu, korban diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) dan pergi ke luar rumah.

"Hasil identifikasi dan penelusuran Sat Reskrim Polres Padanglawas menemukan keluarga korban. Dari keterangan keluarga, korban atas nama Panjang Panggabean, usia 52 tahun, menderita gangguan kejiwaan," kata Diari.

Baca juga: Banjir Bandang di Karawang, Sejumlah Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus

Di hari yang sama, dua rumah di perkebunan karet Desa Harang Julu, Kecamatan Ulu Sosa, juga tertimbun longsor.

Dalam insiden tersebut, satu rumah yang dihuni oleh Dame Harahap, Rona Pasaribu (52), dan Mawar Pasaribu (60), berhasil menyelamatkan diri.

Namun, satu rumah lainnya, yang dihuni oleh Hermadianto (40), istrinya Lila Siregar (32), serta dua anak mereka, Azra (7) dan Dwi (5 bulan), ditemukan tewas.

Kondisi ini menunjukkan dampak serius dari bencana alam yang melanda wilayah tersebut, menuntut perhatian dan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved