Kabupaten Bogor
Tanah Dekat Rumah Presiden Prabowo di Bojongkoneng Bogor Bergeser, 52 Rumah Retak
Bencana alam ini menyebabkan kerusakan pada bangunan dan jalan. Ada 23 bangunan yang rusak, jalan sepanjang 1 kilometer retak dan kses jalan warga
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Tanah dekat rumah kediaman Presiden Prabowo di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami pergeseran.
Pergeseran tanah ini menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga berat.
Pantauan TribunnewsDepok.com, rumah yang rusak terpantau terjadi di Kampung Curug, Desa Bojongkoneng.
Lokasi rumah-rumah yang retak ini jaraknya sekira 1 kilometer dari rumah Presiden Prabowo di Bojongkoneng.
Baca juga: Ibu di Bojonggede Diduga Jadi Korban Malapraktik Rumah Sakit usai Melahirkan, Alami Luka Bakar
Sejumlah rumah tampak mengalami retak-retak yang cukup besar, baik di lantai, dinding hingga plafon.
Maman, warga Kampung Curug RT 02/RW 15, Desa Bojongkoneng, mengatakan keretakan terjadi sejak Rabu (6/11/2024) pagi.
"Retaknya terlihat mulai tadi pagi. Kayaknya karena hujan berturut-turut selama tiga hari belakangan," kata Maman di Bojongkoneng, Rabu (6/11/2024).
Baca juga: Modus Licik Admin Judi Online Kelabui Pemain di Depok, Kasih Pancingan Menang Dulu di Awal
Dia menjelaskan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sudah datang untuk mendata kerusakan.
"Tadi udah didata oleh petugas dari Pemkab Bogor," ujarnya.
Maman mengaku belum berpikir untuk mengungsi ke tempat yabg lebih aman.
Baca juga: Polres Bogor Bekuk 2 Orang Mahasiswi dan 1 Karyawati Promotor Judi Online Serta 5 Lelaki Pemain Judi
"Kalau hujan agak was-was, tetapi belum berpikir untuk mengungsi," bebernya.
Nunik Indasari, warga RT 02/RW 09 Kampung Curug, menambahkan rumahnya mengalami keretakan di bagian lantai, dinding dan plafon.
"Sebagian plafon rumah ambruk karena ada dinding yang retak," tuturnya.
Nunik bersama keluarga terpaksa mengungsi sejak tadi malam karena takut rumahnya ambruk.
Baca juga: Refleksi 100 Tahun Pendidikan Tinggi Hukum Indonesia, IcLave UI Deklarasi 8 Ashta Dharma
"Kami mengungsi ke masjid sejak tadi malam, takut rumah ambruk," tandasnya.
Sementara Sukmawijaya, Korwil Tagana BPBD Kabupaten Bogor Wilayah Tengah, mengatakan ada 52 rumah yang terdampak dari pergeseran tanah ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Maman-warga-Kampung-Curug-Desa-Bojongkoneng-Kecamatan-Babakan-Madang.jpg)