Kabupaten Bogor
Masuk Daerah Risiko Tinggi Penyakit Rabies, Kabupaten Bogor Targetkan Vaksinasi 2.700 Hewan
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Nurhayati, saat ditemui di Cibinong, Selasa (1/10/2024).
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIOMAS – Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang jatuh pada Sabtu (28/9/2024), Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan pemberian vaksinasi rabies bagi 2.700 ekor hewan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Nurhayati, saat ditemui di Cibinong, Selasa (1/10/2024).
"Dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Rabies Sedunia 2024, Kabupaten Bogor menargetkan vaksinasi 2.700 ekor hewan di 6 UPT (Unit Pelaksana
Teknis) Puskeswan yang tersebar di seluruh Kabupaten Bogor," kata Nurhayati.
Dia menjelaskan Kabupaten Bogor sudah bebas kasus rabies sejak 1989.
Namun wilayah ini tetap berstatus sebagai daerah berisiko tinggi karena berbatasan dengan daerah tertular seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan
Lebak.
Baca juga: 3.000 Hewan Peliharaan di Kabupaten Bogor Dapat Vaksinasi Rabies Gratis
"Untuk mencegah penyebaran rabies, Diskanak telah melaksanakan berbagai upaya, termasuk vaksinasi rutin, penanganan gigitan hewan penular rabies
(HPR), surveilans, serta sosialisasi terpadu dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas," papar Nurhayati.
Diskanak juga mengedepankan pendekatan One Health yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam mengatasi
ancaman kesehatan.
"Pendekatan One Health ini penting dilakukan dewasa ini karena kesehatan manusia, hewan dan lingkungan saling terkait," tuturnya.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor telah menggelar peringatan Hari Rabies Sedunia 2024 di Kantor Puskeswan Wilayah 4 Ciomas, Senin (30/9/2024).
Baca juga: Bocah 7 Tahun Korban Gigitan Monyet Liar di Cipayung Depok Akhirnya Disuntik Anti Rabies
Nurhayati menyampaikan bahwa momentum ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies.
"Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Kita harus waspada dengan
penularan rabies," ucapnya.
Dalam kegiatan ini, Diskanak Kabupaten Bogor memberikan pelayanan kesehatan hewan, sosialisasi bahaya rabies di sekolah-sekolah, serta siaran informasi
melalui radio.
"Mari kita bangun aksi dan kepedulian dalam mencegah penyakit rabies demi kesehatan bersama," tandas Nurhayati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Diskanak-Kabupaten-Bogor-telah-menggelar-peringatan-Hari-Rabies.jpg)