Penelitian UI
FTUI Gunakan AI untuk Analisis Pencapaian SDGs di Indonesia, Gunakan Metode SHAP
Fakultas Teknik UI FTUI Gunakan AI untuk Analisis Pencapaian SDGs di Indonesia, Gunakan Metode SHAP
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menyelenggarakan workshop akademik dengan tema "Penggunaan AI untuk Analisis Pencapaian SDGs di Provinsi-provinsi di Indonesia".
Workshop tersebut digelar di Auditorium MRPQ FTUI, Kampus UI Depok.
Acara ini diikuti mulai dari mahasiswa hingga pemerhati pembangunan berkelanjutan, yang dengan antusias mengikuti diskusi mendalam tentang pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di berbagai wilayah di Indonesia.
Baca juga: Peneliti UI Bahas 8 Isu Strategis untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
Workshop ini menghadirkan sejumlah pakar internasional dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan
pembangunan berkelanjutan.
Di antaranya adalah Prof. Yukari Shirota (Gakushuin University, Jepang), Prof. Riri Fitri Sari (Universitas Indonesia), dan Prof. Basabi Chakraborty (Madanapalle Institute of Technology and Science, India).
Selanjutnya adalah Prof. Takako Hashimoto (Chiba University of Commerce, Jepang).
Mereka berbagi perspektif dan pengetahuan terkait penggunaan teknologi untuk mengukur dan menganalisis kemajuan SDGs.
Pada sesi pembukaan, Prof. Yukari Shirota dan Prof. Riri Fitri Sari menyajikan pemaparan tentang
metode SHAP (Shapley Additive Explanations) yang menggunakan teknologi Explainable Artificial
Intelligence (XAI).
Baca juga: Epidomologi UI Ungkap Cacar Monyet Ancam Pelaku Hubungan Seks Sesama Jenis, Ini Cara Pengobatannya
Metode SHAP itu untuk mengeksplorasi faktor-faktor utama dalam pencapaian kesejahteraan di
provinsi-provinsi Indonesia.
Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan transparan terhadap variabel sosial-ekonomi yang paling berpengaruh, sehingga membantu untuk lebih bijak dalam merumuskan suatu kebijakan pembangunan.
Prof. Basabi Chakraborty menyampaikan tentang perbandingan antara pencapaian SDGs di Indonesia
dan India menggunakan model prediktif seperti ARIMA dan LSTM.
"Hasil analisis kami menunjukkan India memiliki keunggulan dalam beberapa SDG, seperti aksi iklim dan konsumsi bertanggung jawab. Ini dapat menjadi pelajaran penting bagi Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Prof. Takako Hashimoto menyoroti inklusivitas gender dalam pencapaian SDGs
melalui analisis teks yang menggunakan metode text mining.
"Penting bagi kita untuk memahami bagaimana kesetaraan gender diintegrasikan dalam kebijakan SDGs, terutama dalam konteks negaranegara G20, termasuk Indonesia dan Jepang," ujarnya.
Baca juga: Fakultas Ilmu Keperawatan UI Beri Pelatihan Kader Posyandu Pulogadung Jakarta Timur Berbasis ICOPE
Prof. Yukari Shirota memandu sesi tutorial penggunaan XAI SHAP dalam memprediksi dan menjelaskan kinerja SDGs.
| Peneliti UI Ungkap Pengaruh Segel Tutup Botol Minuman Kemasan Terhadap Kesehatan |
|
|---|
| Temukan Antibodi Berikan Perbaikan Kognitif Penyakit Alzheimer, Mahasiswa FKUI Juara 1 JakNews 2025 |
|
|---|
| UI Ciptakan Alat Pemurniaan Air Lebih Unggul, Air Hujan dan Banjir serta AC Bisa Diminum |
|
|---|
| Dari Kulit Kakao Guru Besar UI Ungkap Indonesia Bisa Mandiri dan Jadi Eksportir Bahan Baku Farmasi |
|
|---|
| Guru Besar UI Ungkap MTQ Simbol Politik Merangkul Elemen Islam dalam Upaya Pembangunan Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/FTUI-Gunakan-AI.jpg)