Jumat, 17 April 2026

Kriminalitas

Geng Motor 'Sad Boy' Bacok Anggota TNI di Ciomas Bogor, Begini Kondisi Korban

Saat berusaha membubarkan geng motor tersebut, Harun justru menjadi sasaran serangan menggunakan senjata tajam

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Seorang anggota TNI bernama Harun Alif Arrasyd (22) menjadi korban pembacokan kelompok geng motor di Jalan Raya Ciomas, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/9/2024). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIOMAS - Seorang pemuda bernama Harun Alif Arrasyd (22) menjadi korban pembacokan kelompok geng motor di Jalan Raya Ciomas, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/9/2024).

Harun yang merupakan seorang anggota Komponen Cadangan (KOMCAD) TNI ini menjadi korban penganiayaan saat berupaya membubarkan akai geng motor di Jalan Raya Ciomas.

Kapolsek Ciomas Kompol Iwan Wahyudi mengatakan kejadian pwnganiayaan ini terjadi pada Senin 9 September 2024 sekitar pukul 03.30 WIB.

"Korban tengah melintas di lokasi saat bertemu dengan kelompok geng motor yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Sad Boy," kata Iwan kepada wartawan, Senin (9/9/2024).

Baca juga: Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri, FIK UI Kenalkan Kelompok Swabantu di Jatijajar Depok

Dia menjelaskan kelompok geng motor tersebut mengacungkan senjata tajam jenis cerulit di jalanan.

"Anggota geng motor tersebut berjumlah sekitar 30 motor. Setiap kendaraan berboncengan tiga orang," paparnya.

Saat berusaha membubarkan geng motor tersebut, Harun justru menjadi sasaran serangan menggunakan senjata tajam.

Baca juga: Dukung Pemekaran Bogor Barat, Rudy Susmanto: Pemkab Bogor Siapkan Anggaran Infrastruktur

"Korban mengalami luka sobek didagu dan harus mendapatkan 16 jahitan dalam serta 30 jahitan luar," jelas Iwan.

Polsek Ciomas telah menerima laporan Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap pelaku yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.

"Kami telah mengumpulkan bukti - bukti dan mencari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi pelaku," tandas Iwan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved