Selasa, 7 April 2026

Berita Jakarta

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, DPRD DKI Jakarta Minta Dinkes Distribusikan Alat Pendeteksi

Ia khawatir, nantinya banyak ditemukan perempuan yang positif terpapar kanker serviks, dan menimbulkan kehebohan karena ramai-ramai ke rumah sakit

Istimewa
Ilustrasi kanker serviks 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Komisi E DPRD DKI Jakarta merekomendasikan agar Dinas Kesehatan mendistribusikan alat pendeteksi kanker mulut rahim (serviks) ke seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) di Jakarta.

Ketersediaan alat pendeteksi itu diharapkan bisa mendukung Faskes memeriksa pasien dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test.

Anggota Komisi E Abdul Azis Muslim mengatakan, alat itu juga dibutuhkan sebagai salah satu langkah preventif dalam untuk mencegah atau pengobatan sedini mungkin.

“Dari awal masyarakat sudah tahu sebelum parah, jadi harus dilengkapi alat ini mulai dari Puskesmas tingkat kelurahan hingga RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah),” ujar Azis pada Kamis (22/8/2024).

Baca juga: Hindari Jalur Puncak Ditanggal Ini, Pemkab Bogor Bakal Kembali Lakukan Penggusuran

Menurutnya, Dinas Kesehatan harus segera mematangkan perencanaan alat kesehatan ini agar bisa terealisasi terdistribusi pada tahun 2025. 

Apalagi pembahasan APBD Murni 2025 harus diselesaikan Oktober 2024.

Sementara itu Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma telah meminta Dinas Kesehatan mendukung akselerasi eliminasi kanker serviks yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Baca juga: Tabung Gas 12 Kilogram Meledak, Rumah Kontrakan di Ciomas Bogor Hancur, 4 Orang Alami Luka Bakar

Merry juga mengimbau, Dinas Kesehatan menyiapkan langkah pra pendeteksian dini kanker serviks di Jakarta dengan menyiapkan anggaran di Perubahan APBD Tahun 2024.

“Usulan kami di APBD Perubahan ini ada sebuah kebijakkan dari Dinas Kesehatan untuk memfollow up atau menyambut program dari Kemenkes. 

Jadi, ketika sudah mulai pendeteksian dini, Jakarta sudah siap,” kata Merry.

Apalagi nantinya, Kemenkes RI akan memberikan kuota pengecekan kanker serviks sebanyak 200.000 kepada perempuan Jakarta. 

Baca juga: Dewan Guru Besar UI Beri 5 Ultimatum dan 3 Imbauan Terkait DPR RI Revisi UU Pilkada

Sebab, Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah populasi perempuan mencapai 49 persen.

Dari jumlah itu, 30 persen merupakan ibu-ibu kategori perempuan usia produktif yang rentan terpapar kanker serviks. 

“Kita sudah sama-sama tahu bahwa Kemenkes akan melakukan pendeteksian dini kanker serviks dan DKI Jakarta mendapat kuota 200.000 yang akan dideteksi,” tutur dia.

Baca juga: Ribuan Massa Aksi Kepung DPR RI, dari Warga, Buruh, Mahasiswa Hingga Komedian Turun ke Jalan

“Sebagai provinsi dengan penduduk perempuan yang besar, kita wajib mem-follow up dan mempersiapkan diri untuk menyambut program itu,” tambah Merry.

Ia khawatir, nantinya banyak ditemukan perempuan yang positif terpapar kanker serviks, dan menimbulkan kehebohan karena ramai-ramai ke rumah sakit untuk dirawat.

“Karena nanti kalau sudah terdeteksi stadium 1, stadium 2 dan itu banyak, secara psikologis itu akan panik. Mereka akan berduyun-duyun masuk RS Tipe A, B, C dan D. Itu akan sangat repot RSUD,” pungkasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved