Tabrak Lari

Dituduh Melakukan Tabrak Lari ke Warga Tunarungu, Ini Jawaban Kementerian Pertahanan

YA menyampaikan AS sempat mengejar bus hingga depan pom bensin kawasan Departemen Sosial (Depsos) guna meminta pertanggungjawaban

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Vini Rizki Amelia
Istimewa
Ilustrasi tabrak lari yang menewaskan sepasang suami istri, Sonder (72) dan Tiurmaida (65) di Jalan Raya Kampung Sawah, Kamis (4/5/2023) akhirnya ditahan di Detasemen Polisi Militer TNI AD 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI TIMUR - Kementerian Pertanahan Republik Indonesia (Kemenhan RI) buka suara terkait dugaan pihaknya menjadi pelaku tabrak lari, terhadap seorang laki-laki dengan kondisi tunarungu berinisial AS (33) di dekat perlintasan kereta api Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Edwin Sumanta mengatakan pihaknya hingga kini belum dapat memastikan secara rinci kronologi atau hal apapun perihal fakta dugaan perkara tersebut.

Hanya saja dugaan perkara itu masih dalam koordinasi intensif pihaknya dengan satuan terkait.

“Terkait informasi tersebut, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan satuan terkait untuk mencari fakta-fakta yang sebenarnya,” kata Edwin, Sabtu (27/7/2024).

Baca juga: Bahaya Menggunakan Tramadol Tanpa Anjuran Dokter, Bisa Mengancam Nyawa

Selanjutnya dengan singkat Edwin juga memberikan pesan kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika menerima hingga menyebarkan suatu informasi.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar serta selalu mengecek kebenarannya agar terhindar dari penyebaran informasi yang tidak akurat dan menyesatkan,” tutupnya.

Sebagai informasi, adik AS yakni YA (26) menuturkan kakaknya diduga menjadi korban tabrak lari yang diduga dilakukan pelaku dengan kendaraan bus aparat pada Senin (22/7/2024).

Baca juga: Inara Rusli Beri Syarat Virgoun Jika Ingin Bertemu Anak-anak, Harus Didampingi Ustaz

Peristiwa itu diduga berlangsung ketika korban usai mengantar YA berangkat kerja melintas di perlintasan kereta api bulak kapal, sekira pukul 05.20 WIB.

"Abang saya berhenti dibahu jalan sebelum rel kereta api, sehabis mengantar adik saya, tiba tiba bus aparat dari arah kelurahan Aren Jaya menabrak abang saya dari belakang, dan langsung kabur", kata YA.

YA menyampaikan AS sempat mengejar bus hingga depan pom bensin kawasan Departemen Sosial (Depsos) guna meminta pertanggungjawaban.

Baca juga: Sah! PKS Beri Rekomendasi Duet Imam-Ririn untuk Pilkada 2024 Depok, DPP Golkar Tunggu Waktu 

Namun sopir diduga justru marah dan korban diancam dipukul.

Imbas kejadian itu, AS mengalami luka di bagian dengkul dan kendaraan motornya rusak.

"Abang saya Tunarungu malah dimarahin serta ancaman pemukulan dan ditinggal pergi," tutupnya. (m37)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved