Idul Adha 2024
68.000 Hewan Kurban Masuk Jakarta, 20 Diantaranya Dinyatakan Sakit dan Dites Antraks
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, ada ribuan hewan kurban diperiksa oleh petugas gabungan yang terdiri dari dokter hewan
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Jelang hari raya kurban atau IdulAdha pada Senin esok, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta sudah memeriksa hewan kurban di sejumlah wilayah sejak 1 Mei 2024 lalu.
Pemeriksaan hewan kurban, mulai dari sapi, kambing, domba dan kerbau ini dilakukan untuk menyambut Hari Raya IdulAdha yang jatuh pada Senin (17/6/2024).
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, ada ribuan hewan kurban yang diperiksa oleh petugas gabungan yang terdiri dari dokter hewan dinas, universitas maupun pihak lainnya.
“Data kemarin, tempat penampungan hewan kurban yang sudah kami periksa 1.061. Jumlah hewan yang sudah masuk itu di sekitar 68.000 sekian,” ucap Suharini yang akrab disapa Eli pada Minggu (17/6/2024).
Baca juga: NIK Warga DKI Jakarta Dinonaltifkan, Semua Demi Bansos Agar Tepat Sasaran
Menurut dia, angka itu akan bertambah seiring banyaknya pelaku usaha hewan kurban yang mengajukan perizinan lewat aplikasi JakEvo.
Saat ini proses perizinan masih diperiksa oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta.
“Jadi bisa saya pastikan ketersediaan hewan kurban di Jakarta itu aman. Mengingat di tahun lalu kami ada di angka 61.000 sekian kebutuhan pokoknya. Saat ini sudah 68.000 dan ini akan naik lagi,” katanya.
Baca juga: Depok Rawan Tawuran Pelajar, Ini Strategi dari Dua Calon Wali Kota Depok untuk Mengatasinya
Eli mengatakan, hewan kurban yang dijual di Jakarta juga belum tentu disembelih di wilayah setempat saat IdulAdha.
Sebab, pedagang juga memperbolehkan hewan jualannya untuk dibeli oleh warga dari Bodetabek.
“Belum tentu yang dijual di Jakarta itu akan dipotong di Jakarta. Bisa jadi masyarakat Bekasi, Depok itu membeli di sini tapi dipotong di sana,” imbuhnya.
Berdasarkan pengecekan petugas, ada 20 ekor hewan yang dinyatakan perlu pengobatan. Hal ini lantaran mereka keletihan saat menempuh perjalanan dari daerah asal ke Jakarta.
Baca juga: KPU Kota Depok Rekrut 5.358 Pantarlih, Ini Jadwal Pendaftaran dan Persyaratannya
“Ada 20 ekor yang kami lakukan pengobatan. Memang biasanya terjadi karena stres perjalanan, biasanya mata merah, kemudian tidak napsu makan,” ucapnya.
“Untuk syariat Islam kami jamin sesuai. Kenapa? Kemarin memang ada sembilan yang tidak cukup umum, kemudian kami kasih pilox, kami tandai. Jadi, hewan-hewan itu boleh dijual tapi bukan untuk kurban,” sambungnya.
Dia berujar, untuk pemulihan mata biasanya 2-3 tetes akan sembuh biasanya. Matanya merah karena kerap kena angin saat di perjalanan.
Baca juga: Remaja Depok Usia 16 Tahun Diam-diam Masuk Kamar Gadis Malam Hari Lakukan Pelecehan Seksual
“Insyaallah nggak ada (sakit parah) untuk menyakinkan kembali, kami di DKI Jakarta melakukan ulas darah untuk tes Antraks dan alhamdulillah negatif juga,” jelasnya.
“Mudah-mudahan tidak ada ya (penyakit mata dan kuku). Kita doa sama-sama mudah-mudahan sampai Hari H plus 3 hari tasyrik InsyaAllah aman,” sambungnya. (faf)
| Depok Rawan Tawuran Pelajar, Ini Strategi dari Dua Calon Wali Kota Depok untuk Mengatasinya |
|
|---|
| NIK Warga DKI Jakarta Dinonaktifkan, Semua Demi Bansos Agar Tepat Sasaran |
|
|---|
| Sambut Liburan Sekolah, Bigland Bogor Hotel Tawarkan Beragam Aktivitas Anak |
|
|---|
| Sedapnya Kuliner Soto Ayam Ceker Cak Cholik di Sawangan Depok, Bumbunya Terasa Pas di Lidah |
|
|---|
| Fakta Tukang Bubur Sumsum Jaringan Teoris ISIS di Karawang Mau Ledakan Bom, Sasarannya Jokowi? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/dokter-Mukit-saat-memeriksa-kesehatan-hewan-kurban-di-lapak.jpg)