Kabupaten Bogor
Jelang Idul Adha 1445 H, Pemkab Bogor Belum Temukan Hewan Terindikasi Penyakit
Dia menjelaskan pemeriksaan hewan kurban dilakukan sejak H-30 sampai H-1 hari raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BABAKAN MADANG - Sepekan menjelang hari raya Idul Adha ke-1445 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap hewan kurban yang dijual di wilayah ini
Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengatakan pihaknya telah membentuk tim pemeriksa kesehatan hewan qurban yang disebar ke seluruh lapak penjual hewan kurban se-Kabupaten Bogor.
“Tim sudah turun ke lapangan untuk mengecek kesehatan hewan kurban. Ini untuk memastikan hewan yang dijual dan dipasarkan di lapak-lapak penjual hewan kurban sehat dan layak, baik dari sisi agama, ukuran dan kesehatannya,” kata Asmawa di Cibinong, Selasa (11/6/2024).
Dia menjelaskan pemeriksaan hewan kurban dilakukan sejak H-30 sampai H-1 hari raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Baca juga: Sepekan Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Penjualan Hewan Kurban di Kabupaten Bogor Meningkat
"Pemeriksaan dilakukan sejak 17 Mei hingga 16 Juni 2024 di lokasi farm, feedlot, pengepul, dan lapak hewan kurban," ucapnya.
Kepala Puskesmas Kesehatan Hewan Kelas A Wilayah II Kabupaten Bogor, M. Toif Hidayatullah, menambahkan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan calon hewan kurban di wilayah II Kabupaten Bogor telah dilakukan.
"Wilayah Kerja UPT Puskeswan II Babakan Madang sendiri mencakup 6 Kecamatan yaitu Babakan Madang, Citeureup, Sukarja, Ciawi, Megamendung dan Cisarua," paparnya.
Baca juga: Maling Beraksi Jelang Idul Adha, Tiga Ekor Sapi Warga Ciomas Bogor Hilang dari Kandang
Sampai hari ini, lanjut Toif, sudah dilakukan pemeriksaan terhdap kurang lebih 57 feedlot/farm/pengepul di 6 kecamatan tersebut.
"Bagi yang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat akan ditempel stiker pemeriksaan,dan diberikan Surat Keterangan Kesehatan' Hewan Qurban (SKKHQ)," imbuhnya.
Pengecekan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan hewan, asal hewan, SKKH daerah asal serta pemeriksaan kelayakan calon hewan qurban serta juga nelalukan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) terkait dengan kesejahteraan hewan di lokasi kandang dan saat distribusi hewan dengan kendaraan.
Baca juga: Ini Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat untuk Iduladha
Selain itu juga dilakukan KIE terkait kewaspadaan penyakit hewan dan melakukan inventarisir stok calon hewan qurban yang tersedia beserta harganya.
“Hewan yang terindikasi tidak sehat dilakukan pengobatan dan dipisahkan tersendiri di kandang yang berbeda," bebernya.
Toif mengungkapkan sampai saat ini tidak ditemukan hewan yang terindikasi penyakit hewan menular di Kabupaten Bogor.
"Kami berharap pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Lapak-hewan-kurban-di-Babakan-Madang-Kabupaten-Bogor-pada-Selasa-1162024.jpg)