Senin, 13 April 2026

Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana

Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Depok, Study Tour Dilarang? Ini Kata Pengamat Pendidikan

11 tewas dan puluhan luka berat dan ringan akibat bus SMK Lingga Kencana Depok kecelakaan. Setujukah Study Tour Dilarang? Ini Kata Pengamat Pendidika

Editor: dodi hasanuddin
deanza falevi/tribun jabar
Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Depok, Study Tour Dilarang? Ini Kata Pengamat Pendidikan 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Acara perpisahan kelas XII SMK Lingga Kencana Depok membawa duka.

Bus pertama dengan nama Putera Fajar dengan nopol AD 7524 OG terguling di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) malam.

Akibatnya 11 orang tewas. Di antaranya adalah seorang guru dan 9 siswa SMK Lingga Kencana Depok dan seorang warga setempat.

Tak hanya itu, puluhan siswa juga mengalami luka berat dan luka ringan.

Baca juga: Bus Kecelakaan Maut di Subang Diduga dari PO Berbeda dari 2 Bus Lainnya, Ini Kata Pengurus YKS

Kecelakaan maut ini menjadi sorotan pengamat pendidikan.

Ada yang setuju study tour dihapus dan ada juga yang meminta agar kegiatan tersebut dievaluasi.

Larang Study Tour

Pengamat pendidikan Ubaid Matraji mendorong agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengeluarkan kebijakan melarang sekolah menyelenggarakan kegiatan study tour.

Dilansir dari Wartakotalive.com, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) ini menuturkan bahwa temuan di lapangan menunjukan bahwa study tour atau agenda sekolah yang lakukan di luar sekolah termasuk wisuda yang sifatnya memungut dana dari orang tua tidak memiliki hubungannya dengan peningkatan pendidikan.

Dia menuding kegiatan tersebut merupakan akal-akalan sekolah dan komite sekolah, yang kemudian dikait-kaitkan dengan kegiatan sekolah.

"Kenapa harus keluar sekolah, harus keluarkan dana, orangtua sampai berutang. Jadi sebenarnya wisuda, study tour itu tidak ada hubungannya sama pendidikan, sama pembelajaran," katanya, Minggu (12/5/2024).

Menurut dia, kegiatan study tour banyak diprotes orangtua. Banyak orang tua mengaku keberatan dengan dana kegiatan di luar sekolah misalkan study tour atau wisuda.

Baca juga: Hari Ini Keluarga Korban Kecelakaan Bus Menerima Santunan dari Pemkot Depok dan PT Jasa Raharja

Perlu diketahui bahwa study atau wisuda bukan kegiatan wajib sekolah yang berhubungan dengan kurikulum sekolah.

"Ini hanya program foya-foya dan tidak ada manfaatnya. Harus ada edaran dari Kemendikbud Ristek ke kepala dinas lalu ke sekolah agar melarang kegiata wisuda study tour yang memaksa dan mewajibkan itu," jelas Ubaid.

Setelah ada kebijakan tersebut diharapkan ada pengawasan ketat itu ke sekolah-sekolah.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved