Kamis, 30 April 2026

Kriminalitas

Tagih Upah Bekerja yang Belum Dibayar, Ijal Malah Membunuh Tenaga Honorer Dan Menguburnya di Dapur

Untuk menyamarkan jejak pembunuhannya, Ijal sengaja merapikan seisi rumah dan memasang kembali keramik di atas lubang kubur di ruang belakang rumah.

Tayang:
Editor: murtopo
KOMPAS.com/BAGUS FUJI PANUNTUN
Ijal (31) tersangka pembunuhan tenaga honorer di Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), Didi Hartanto (42) saat ditangkap polisi. Persitiwa pembunuhan itu terjadi di perumahan Bumi Citra Indah I, RT 06 RW 13, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Gara-gara menagih upah kerja selama dua hari yang belum dibayarkan sebesar Rp 300.000 seorang tukang kebun bernama Ijal (31) terlibat pertengkaran dengan tenaga honorer di Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), Didi Hartanto (42).

Naasnya pertengkaran tersebut mengakibatkan Didi Hartanto tewas di tangan Ijan, sang tukang kebun.

Lantaran panik Ijan akhirnya mengubur jenazah Didi di di bawah lantai dapur rumah korban untuk menghilangkan jejak.

Namun aksi Ijan akhirnya teendus pihak kepolisian dari Polsek Cimahi dan akhirnya dia ditangkap.

Kepada Polisi Ijan menceritakan persitiwa pembunuhan yang dilakukannya tersebut.

Baca juga: Menghilang Setelah Kasus Pembunuhan Anggota TNI, Polisi Buru Teman Wanita Praka Supriyadi

Dilansir dari Kompas.com, Ijan mengungkapkan bahwa persitiwa tersebut terjadi di perumahan Bumi Citra Indah I, RT 06 RW 13, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2024).

Saat itu Ijal (31) yang bekerja sebagai tukang kebun kompleks, mengaku mendatangi rumah Didi Hartanto untuk menagih upah dua hari bekerja merapihkan rumah Didi sebesar Rp 300.000 pada Sabtu malam.

Saat menagih upah tersebut sempat terjadi cekcok antara Didi dan Ijal.

Ijal berdalih dirinya hanya membela diri saat bertengkar dengan Didi.

Baca juga: Ini Penyebab Wanita Pengendara Mobil Putih Tega Tusuk Warga di Depan Toko Pakaian yang Berujung Maut

Namun, pertengkaran keduanya berakhir usai Ijal memukul Didi dengan kunci pipa hingga korban tewas.

"Bukan dianiaya, tapi berantem, Pak. Saya juga kena pukul (korban). Saya pukul balik pakai kunci pipa di bagian leher. Seingat saya tiga kali," kata Ijal saat diinterogasi polisi, Selasa (16/4/2024).

Melihat Didi tewas, Ijal mengaku panik.

Malam itu juga, dia terpikir untuk mengubur jasad Didi demi menghapus jejak.

Ruang belakang rumah Didi menjadi titik yang dipilihnya.

Ijal kemudian bergegas menggali lubang.

Baca juga: Muhamad Roi, Ayah Indriana Minta Pelaku Pembunuhan Berencana Terhadap Putrinya Dihukum Mati

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved