Jumat, 24 April 2026

Kriminalitas

Marcellina Sosok Perempuan Bukan Sembarang yang Berani Melawan Pria Mengaku Adik Jenderal

Marcellina sosok perempuan bukan biasa yang berani melawan pria mengaku adik Jenderal, Sang sopir akhirnya ditangkap.

|
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Marcellina Sosok Perempuan Bukan Sembarang yang Berani Melawan Pria Mengaku Adik Jenderal 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Tak ada kata gentar bagi Marcellina Irianti Deca (25) saat melawan pengemudi Fortuner berpelat TNI.

Pria yang mengaku sebagai adik sang Jenderal TNI tetap dihadapi Marcelina tanpa rasa takut.

Bahkan keberanian Marcellina melawan kearoganan membuat pengemudi Fortuner berpelat TNI itu kabur.

Belakangan diketahui pelat tersebut merupakan pelat TNI palsu.

Baca juga: Ini Cerita Lengkap Awal Mula Permasalahan Korban dengan Pengemudi Fortuner Berpelat TNI di Tol Japek

Pria tersebut kabur di rest area Tol Jakarta-Cikampek saat akan dilakukan mediasi atas kasus penabrakan pengemudi Fortuner terhadap mobil Marcellina di rest area To Jakarta-Cikampek KM 57, Rabu (10/4/2024).

Kejadian yang dialami Marcellina viral di media sosial.

Pengemudi Fortuner Ditangkap dan Sosok Marcellina

Marcellina melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mabes Polri.

Akibatnya sopir mobil Toyota Fortuner ditangkap Polda Metro Jaya, Rabu (17/4/2024). 

Pengemudi diduga melakukan perbuatan atau tindak pidana pengrusakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP.

Baca juga: Pengendara Fortuner Pakai Pelat Dinas TNI yang Ngaku Adik Jenderal Akhirnya Ditangkap Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terlebih dahulu.

"Benar (pengemudi) sudah diamankan dan sedang dilakukan pendalaman," kata Ade dikutip dari Tirbunnews.com.

Siapakah sosok Marcellina Irianti Deca sebenarnya?

Mungkin bagi sebagian orang akan gentar bila menghadapi orang yang mengendarai mobil berpelat TNI atau Polisi.

Tapi ketakutan itu tak diperlihatkan Marcellina. Justru dia berani menghadapi pria yang mengaku adik seorang jenderal TNI.

Baca juga: Merasa Dirugikan, Pensiunan TNI yang Namanya Terdaftar di Fortuner Arogan Akhirnya Lapor Polisi

Ternyata dikutip dari linkedin.com, Marcellina merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.

Dia kuliah pada tahun 2017 dan lulus pada tahun 2013.

Tak hanya itu, perempuan tersebut pernah bekerja di PT. Giat Mandiri Sakti perusahaan terkemuka di industri konstruksi, selama lebih dari tiga tahun.

Kompetensi intinya adalah meliputi hubungan karyawan, perekrutan kontrak, kompensasi dan tunjangan, serta manajemen data sumber daya manusia.

Selain itu, dia menyediakan data dan analisis untuk mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan strategis departemen SDM dan manajemen.

Baca juga: Vokasi Universitas Pertahanan Buka Pendaftran April 2024, Lulusannya Jadi Letnan Dua TNI

Tak hanya itu, rupanya Marcellina bersemangat mempelajari dan mengembangkan keterampilannya di bidang hukum dan sumber daya manusia.

Kemudian dia juga ingin menerapkannya dalam lingkungan yang menantang dan dinamis.

Selain di PT. Giat Mandiri Sakti, Marcellina juga pernah bekerja di perusahaan terkemuka di Indonesia.

Detik-detik Marcelina Melawan
 
Marcellina Irianti Deca menjadi salah satu orang yang ada di dalam mobilnya saat terjadi cekcok dengan pengemudi Fortuner berpelat dinas Mabes TNI yang berperilaku arogan serta mengaku adik seorang Jenderal.

Marcellina menjelaskan, kejadian berawal saat ia bersama anggota keluarganya yang menaiki mobil Suzuki tengah dalam perjalanan ke rumah nenek untuk Lebaran.

"Kan sebenarnya kejadian awalnya kami dalam posisi antre masuk ke rest area, posisi antre maksudnya berhenti, karena di rest area 57 memang agak macet," ujarnya, kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2024).

Baca juga: Panglima TNI Tegaskan Penyebab Kebakaran Gudang Amunisi di Ciangsana Bukan Karena Kelalaian Manusia

Pengendara Fortuner tiba-tiba menyerempet mobilnya, kemudian ia meminta penjelasan kepada pengendara tersebut alasan menyerempet mobilnya.

"Kami lihat memang di sebelah kiri jalan ada banyak mobil-mobil yang antre, terus ada bus angkutan yang masuk ke kanan, mobil Fortuner ini juga mendadak motong masuk kanan dan akhirnya nyerempet mobil kami. Karena saya merasa terserempet akhirnya kami coba minta penjelasan kenapa bisa diserempet, dia malah nyalahin saya dia bilang kamu yang nabrak saya duluan," kata dia.

"Saya ada di jalur saya benar mau antre masuk rest area, tapi itu dari bahu jalan aja itu harusnya enggak boleh karena itu untuk urgent dan kami semua tahu, akhirnya setelah itu dia maju ke depan mobil saya dia rem mendadak, saya kira mau turun ngomong baik-baik, tapi ternyata dia malah mundur gitu dan nabrak," sambungnya.

Di dalam mobilnya, ada sebanyak lima orang termasuk anak kecil. Sedangkan di dalam mobil Fortuner ada anak serta istrinya.

"Kebetulan di dalam mobil kami ada anak kecil jadi semua syok dan kaget, setelah itu kami berhenti di depan dia, kita turun dan saya nanya kenapa mobil kami ditabrak dan itu kan sengaja dia tabrak mobil saya," ucap Marcellina.

Baca juga: Dukung Polri dalam Pengamanan Operasi Ketupat 2024, Sebanyak 67.955 Personel TNI akan Dikerahkan

Cekcok pun akhirnya terjadi. Pengendara Fortuner lantas mengaku-ngaku punya anggota keluarga berpangkat Jenderal.

"Akhirnya mulai cekcok dan dia marah-marah dan dia malah bawa-bawa kakaknya jenderal. Saya enggak ada urusan mau kakaknya jenderal, kalau salah ya salah. Tapi akhirnya karena dia bilang kakak saya jenderal, saya merasa kayak kalau ternyata beneran jenderal, kami semua yang ada dalam mobil itu kan terancam atau dicari dan diincar," kata dia.

Kedua belah pihak sempat beriktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara langsung pada waktu itu juga.

Namun, pengendara Fortuner justru kabur saat berupaya menyelesaikan permasalahan di rest area terdekat dari lokasi kejadian.

"Habis itu coba kita masuk rest area dan coba kita mediasi baik-baik di pospol dan dia setuju dan dia bilang saya akan tanggung jawab atas apa yang bapak lakukan sama mobil saya," tuturnya.

"Pas saya mau masuk rest area, tiba-tiba mobil itu motong jalur kanan semua sampai dia juga diklakson terus bablas hilang," lanjut dia.

Baca juga: Belum Bisa Padamkan Kebakaran, Damkar Fokus Imbau Warga Tak Mendekati Area Gudang Amunisi TNI AD

Beberapa hari setelah kejadian itu, pihaknya masih menunggu iktikad baik pengendara Fortuner.

Tetapi tak ada iktikad baik hingga akhirnya dirinya bersama kuasa hukum Paulinus Dugis melaporkan kejadian tersebut ke Mabes Polri.

Laporan itu diterima dan teregister dengan nomor LP/B/115/IV/2024/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 16 April 2024.

Pihaknya membawa sejumlah alat bukti, satu di antaranya adalah sebuah flash disk berisi video peristiwa yang terjadi di tol serta foto kendaraannya yang rusak.

Adapun pelapor kasus tersebut adalah Marcellina Irianti Deca (25), sedangkan terlapornya dalam lidik.

"Perihal tentang perusakan, perusakan kendaraannya segala macam. Jadi karena kami menduga, ini dugaan ya, kalau dari video-video yang beredar itu ada unsur kesengajaan dari yang bersangkutan untuk menabrakkan kendaraannya kepada kendaraan milik klien saya, yaitu dengan nabrak mundur," ujarnya, di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (m31)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved