Sabtu, 11 April 2026

Berita Jakarta

Beras Langka dan Mahal, Pengamat Sebut Salah Satunya Diduga Karena Penimbunan

Trubus melihat ketika terjadi penipisan stok beras di gudang Bulog, maka para penimbun akan menjual beras dengan harga tinggi.

|
Penulis: Miftahul Munir | Editor: murtopo
Warta Kota
Ilustrasi -- Kios beras di Pasar Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengatakan, ada sejumlah faktor terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga beras belakangan ini.

Trubus Rahardiansyah menilai kelangkaan beras bisa terjadi lantaran faktor alam hingga dugaan penimbunan beras.

Faktor yang pertama, kata Trubus karena terjadi elnino dan para petani di sejumlah daerah tidak bisa panen gabah.

Faktor kedua, diakui Trubus banyaknya permintaan beras selama Pemilu 2024 untuk dijadikan bantuan sosial (Bansos) oleh Caleg dan pasangan Capres.

Baca juga: Meski Harga Naik, Stok Beras di Pasar Agung Depok Dijamin Aman

"Karena banyak Bansos beras, kemudian gegara elnino juga panennya gagal atau geser bulan panennya," jelasnya, Kamis (22/2/2024).

Trubus melanjutkan, faktor lain karena sejumlah negara yang biasa impor beras ke Indonesia mulai membatasi pengiriman.

Misalnya, negara Thailand, Vietnam dan beberapa lainnya kini mementingkan ketahanan pangan negaranya dibanding impor beras ke Indonesia.

"Jadi negara Thailand dan Vietnam juga kebijakan terjadi perubahan untuk ekspor beras ke Indonesia," tuturnya.

Hal lain, kata Trubus juga terjadi dugaan penimbunan beras oleh sejumlah oknum pengusaha maupun pedagang.

Baca juga: Harga Beras Melambung Hingga Capai Rp19 Ribu Per Kg, Ganjar: Ini Peringatan Buat Pemerintah

Sehingga, Trubus melihat ketika terjadi penipisan stok beras di gudang Bulog, maka para penimbun akan menjual beras dengan harga tinggi.

Dosen kampus Trisakti ini menilai, para penimbun beras biasanya membaca situasi tertentu salah satunya Pemilu.

"Karena beras biasanya dibagikan sebagai alat kampanye oleh Caleg dan Capres. Kelangkaannya ini terlihat masif sekali, apalagi jelang puasa dan lebaran Idul Fitri," imbuhnya. 

Sebelumnya, Direktur Utama Food Station, Pamrihadi Wararyo mengungkap faktor harga beras mahal di DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Harga Beras di Pasar Agung Depok Makin Melambung, Stok Premium Kosong

Menurutnya, penyebab utamanya karena para petani di sejumlah daerah sudah menjual harga beras cukup tinggi.

Sehingga, ketika sampai di Pasar Induk Beras atau gudang Bulog Cipinang, Jakarta Timur terjadi kenaikan.

"Kami mendapatkam tugas untuk pengendalian pangan dan pasokan beras di Jakarta," tuturnya kepada Warta Kota, Selasa (20/2/2024). (m26)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved