Berita UI
Jadi Pilot Project, UI Siap Kembangkan Obat Bahan Alam dan Kosmetik, Bangun Usaha Startup
Universitas Indonesia siap mengembangkan obat bahan alam dan kosmetik dan Bangun Usaha Startup
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - BPOM-Campus: Wellness Entrepreneurship Program akan dilaksanakan terpadu oleh Unit Pelaksana Teknis BPOM dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang memiliki misi entrepreneurial university.
Program ini mendorong pengembangan kewirausahaan dengan membangun peluang usaha start-up di lingkungan kampus agar sivitas akademika cakap berwirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Baca juga: Tata Kelola yang Kuat, UI Terbaik di Asia Versi QS Sustainability Ranking 2024
Peluncuran program ini dilaksanakan pada kegiatan “BPOM-UI: Entrepreneurship Day” yang diadakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UI Kampus Depok, Jumat (8/12)/2023).
Universitas Indonesia (UI) menjadi pilot project untuk “BPOM-Campus: Wellness Entrepreneurship Program” yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI).
Program ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi riset agar dapat bernilai ekonomi dan pengembangan entrepreneurship di lingkungan kampus.
Baca juga: Hadiri UI I-GOV EXPO 2023, Maruf Amin Ingin Indonesia Jadi Kiblat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia
Plt. Kepala BPOM, Dr. Dra. L. Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm., MARS, menyebut bahwa program ini mendukung pengembangan industri wellness tourism di Indonesia, terutama bagi tumbuhnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bidang obat bahan alam dan kosmetik.
Menurut Rizka Andalucia, sebagai negara dengan biodiversitas terbesar kedua di dunia, Indonesia seharusnya mampu mengolah tumbuhan yang ada menjadi obat herbal, baik dalam bentuk jamu maupun fitofarmaka.
“Kolaborasi antara BPOM dan UI menjadi sangat penting karena think tank-nya ada di sini. Ide-ide
pengembangan produk yang lahir dari akademisi dan peneliti harus dimanfaatkan agar pendayagunaan biodiversitas Indonesia untuk kesehatan masyarakat dapat maksimal,” kata Dr. Rizka.
BPOM-Campus: Wellness Entrepreneurship Program dilaksanakan dalam berbagai kegiatan.
Beberapa di antaranya adalah bimbingan teknis, pendampingan onsite, desk consultation terkait
pemenuhan standar sarana, hingga pengurusan izin edar produk.
Pendampingan tidak hanya dilakukan kepada sivitas akademika, tetapi juga pelaku usaha dalam program binaan kampus.
Program ini juga akan membentuk penyuluh, kader, fasilitator obat bahan alam dan kosmetik di
lingkungan kampus yang akan menjadi perpanjangan tangan BPOM di tengah masyarakat.
Calon Wirausahawan Melalui Inkubator Bisnis
Keterlibatan UI dalam BPOM-Campus: Wellness Entrepreneurship Program disambut baik oleh
Sekretaris Universitas UI, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D.
Menurutnya, program BPOM tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan transformasi UI menuju entrepreneurial university.
“Tentu saja untuk menuju entrepreneurial university, kegiatan kewirausahaan harus dilaksanakan oleh segenap sivitas akademika. Karena itu, UI memberikan pembekalan kepada para calon wirausahawan dan melakukan pendampingan melalui kegiatan inkubator bisnis. UI juga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk dengan BPOM,” ujarnya.
Baca juga: Kontroversi Penyebaran Nyamuk "Wolbachia", Ini Kata Guru Besar FMIPA UI
Pada kesempatan itu, UI juga memperkuat kemitraan dengan BPOM melalui Perjanjian Kerja Sama
(PKS) tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha di Bidang Obat Bahan Alam, Suplemen
Kesehatan, dan Kosmetik.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si., dan Dekan Fakultas Farmasi (FF) UI, Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si.
PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU antara BPOM dan UI Tahun 2021 tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat di Bidang Pengawasan Obat dan Makanan.
Kerja sama antara UI dan BPOM akan mencakup beberapa ruang lingkup, antara lain bimbingan
teknis, dan coaching atau konsultasi kepada sivitas akademika.
Kemudian inkubator bisnis atau pelaksana usaha di bidang penerapan standar dan pengembangan usaha obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik.
Kemudian pembentukan dan pemberdayaan fasilitator kader penyuluh. Selain itu, kerja sama ini
juga melingkupi komunikasi, informasi, dan edukasi di bidang terkait; serta pertukaran data atau
informasi terkait kegiatan bersama.
Selain peluncuran program entrepreneurship dan penandatanganan perjanjian kerja sama, kegiatan
BPOM–UI: Entrepreneurship Day juga diisi dengan talkshow, workshop, dan pameran.
Dengan mengangkat tema “Peluang Usaha Obat Tradisional dan Kosmetik untuk Mendukung Pengembangan Wellness Tourism di Indonesia”, talkshow tersebut menghadirkan narasumber.
Di antaranya adalah PFM Ahli Utama BPOM, Reri Indriani dan Mayagustina Andarini dan Dekan FFUI, Prof. Arry Yanuar.
Selanjutnya Entrepreneur Jamu, Vannesa Ong, dan Founder Café Acaraki, Jony Yuwono.
Sementara itu, pada kegiatan workshop, ada tiga topik utama yang diulas, yakni “Strategi Digital Marketing bagi StartUp”, “Teknik Peracikan dan Pemasaran Jamu Modern”, serta “Teknik Pembuatan dan Pemasaran Natural Kosmetik”.
BPOM–UI: Entrepreneurship Day menampilkan pameran dari 9 industri farmasi dan 10 UMKM obat
bahan alam dan kosmetik.
Kesembilan industri tersebut adalah PT Sinde Budi Sentosa/Acaraki, PT Ultra Sakti, PT Paragon Technology and Innovation, PT Mustika Ratu, dan PT Kimia Farma.
Lalu, PT Indofarma, PT Bintang Toedjoe, PT Kino Indonesia, dan PT Konimex. Adapun sepuluh UMKM yang
turut serta dalam pameran ini, yaitu PT Bio Nature International, CV Ain Elgur, CV Tulus Banyu, PT
Unique Herbamed Indonesia, PT Toga Nusantara, PT Rumah Atsiri Indonesia, PT Rumah Rumput
Laut, PT Dermixora Morsa Asia, Zahara Natural, dan CV IUMI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/UI-Kerjasama-dengan-BPOM.jpg)