Berita Universitas Indonesia
Kontroversi Penyebaran Nyamuk "Wolbachia", Ini Kata Guru Besar FMIPA UI
Prof Anom menjelaskan vektor atau pembawa penyakit demam berdarah (DBD) adalah nyamuk aedes aegypti.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menyebaran nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia di sejumlah kota di Indonesia.
Lima kota yang dipilih untuk penyebaran nyamuk Wolbachia ini adalah Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.
Penyebaran nyamuk ini diharapkan dapat menekan angka penularan pemyakit demam berdarah (DBD) di kota-kota tersebut.
Namun rencana ini mendapat penolakan dari beberapa elemen masyarakat karena adanya sejumlah kekhawatiran.
Sebut saja, nyamuk Wolbachia bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan terjadinya radang otak.
Ada juga yang menilai intervensi bakteri Wolbachia ini akan membuat nyamuk menjadi lebih ganas.
Baca juga: Kemenkes RI Uji Coba Sebar Nyamuk Wolbachia Penangkal Virus Dengue untuk Tekan Kasus DBD
Tak hanya itu, ada juga yang menganggap uji coba ini sebagai bagian dari proyek penelitian untuk menciptakan vaksin baru.
Terkait hal itu, Guru Besar Ilmu Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., mengatakan berbagai kekhawatiran ini sebenarnya tidak beralasan.
Pasalnya, bakteri Wolbachia yang ada dalam nyamuk aedes aegypti ini tidak bisa menginfeksi manusia.
"Masyarakat tidak usah khawatir karena program ini berupaya mengendalikan populasi nyamuk aedes aegypti dengan bakteri Wolbachia," kata Prof. Anom saat wawancara dengan TribunnewsDepok pada Senin (4/12/2023).
Dia mengungkapkan penyakit DBD merupakan momok bagi Indonesia karena setiap tahun menjadi masalah. Negara rugi sekian miliar untuk pengobatan DBD.
"DBD ini belum ada obat atau pun vaksinya. Lalu, bagaimana cara menurunkan DBD ini? Salah satu caranya adalah dengan memutus vektornya," ujar Prof. Anom.
Baca juga: Dinkes DKI Jakarta Pastikan Inovasi Nyamuk Wolbachia Tidak Membahayakan Kesehatan Masyarakat
Prof Anom menjelaskan vektor atau pembawa penyakit demam berdarah (DBD) adalah nyamuk aedes aegypti.
"Kalau vektornya bisa dihilangkan atau ditekan populasinya maka akan turun penyakitnya. Jika vektornya turun maka DBD tidak akan tertular dengan baik," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Guru-Besar-Ilmu-Biolog-FMIPA-Universitas-Indonesia-UI-Prof-Anom-Bowolaksono.jpg)