Kecelakaan
Rongga Tenggorokan Ditutup, Sultan Korban Kabel Optik Bernapas Menggunakan Lubang Buatan di Leher
Fatih, Ayah Sultan, menyampaikan hal tersebut terkait kondisi terkini Sultan pasca operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Korban kecelakaan kabel fiber optik (FO), Sultan Rif'at Alfatih terpaksa bernapas menggunakan lubang buatan tambahan di bagian lehernya.
Ayah Sultan yakni Fatih menjelaskan hal itu dikarenakan rongga tenggorokan putranya itu telah ditutup saat operasi pengangkatan pita suara yang berlangsung 19 Oktober 2023 lalu.
"Sultan secara permanen tidak bisa lagi bernafas melalui lubang hidung dan mulut, karena bagian rongga tenggorokannya ditutup saat operasi pengangkatan pita suara, pada 19 Oktober lalu," kata Fatih dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/11/2023).
Fatih menyampaikan hal tersebut terkait kondisi terkini Sultan pasca operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Selain itu, Sultan juga kehilangan fungsi bicara maupun fungsi indera penciuman.
Baca juga: Hidup Mahasiswa Universitas Brawijaya Sengsara Seumur Hidup Akibat Terjerat Kabel Optik
“Untuk makan dan minum sementara itu menggunakan selang NGT yang dipasang di bagian hidung, sampai kondisi luka pasca operasinya sembuh dan tidak ada kebocoran lagi,” lugasnya.
Jika kondisinya membaik, selang NGT kemudian dilepas supaya Sultan dapat makan maupun minum secara normal dari mulut.
"Hari ini merupakan hari ke-26 pasca operasi pengangkatan pita suara Sultan, dan masuk hari ke-103 dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati atas atensi Pak Kapolri. Alhamdulillah kondisi anak saya stabil, dan bisa beraktifitas normal secara terbatas, seperti berjalan, ke kamar mandi, dan lain-lain," papar Fatih.
Fatih mengungkapkan Sultan telah memulai rutinitas berupa minum madu hingga empat kali per satu hari untuk bagian dari proses penyembuhan luka pasca operasi.
Baca juga: Jatuh Korban Jiwa Akibat Kabel Optik Semrawut, Pemprov DKI Ultimatum Pihak Provider
Terkait fungsi bicara, saat ini RS Polri Kramat Jati memberikan alat bantu bicara bernama electro laring.
Alat itu diketahui dapat dipergunakan untuk membantu berbicara dengan cara menempelkan alat ke bagian leher Sultan.
Kini, Sultan bertahap sudah mulai melakukan latihan dan terapi untuk bicara secara mandiri dengan menggunakan nafas perut.
Baca juga: Leher Pengendara Motor Terjerat Kabel Optik di Slipi, Telkom Bantah Miliknya
Besar harapan Fatih, sekira enam bulan ke depan, putranya itu dapat berbicara secara mandiri dengan menggunakan nafas perut, tanpa perlu alat bantu kembali.
"Alhamdulillah, luar biasa dukungan dari RS Polri Krama Jati kepada anak saya karena saat ini Sultan sudah semakin baik kondisinya, serta sudah mulai terdengar bicaranya dengan menggunakan alat bantu yang ditempelkan di leher, meskipun kualitas suaranya masih samar dan terdengar seperti robot,” pungkasnya. (m37)
Leher Pengendara Motor Terjerat Kabel Optik di Slipi, Telkom Bantah Miliknya |
![]() |
---|
Jatuh Korban Jiwa Akibat Kabel Optik Semrawut, Pemprov DKI Ultimatum Pihak Provider |
![]() |
---|
Bali Tower Bantah Bertanggung Jawab Atas Kecelakaan Sultan Rifat Akibat Kabel Optik |
![]() |
---|
Hidup Mahasiswa Universitas Brawijaya Sengsara Seumur Hidup Akibat Terjerat Kabel Optik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.