LRT Jabodebek
Penumpang LRT Jabodebek Keluhkan Tak Ada Kantong Parkir di Stasiun LRT Cawang
Imbas dari minimnya kantong parkir di Stasiun LRT Cawang, sejumlah calon penumpang harus mencari lahan parkir yang ada di sekitar stasiun LRT tersebut
Penulis: Rendy Rutama | Editor: murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CAWANG - Sejumlah penumpang Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek yang Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) mengeluhkan minimnya kantong parkir.
Imbas dari minimnya kantong parkir di Stasiun LRT Cawang, sejumlah calon penumpang harus mencari lahan parkir yang ada di sekitar stasiun LRT tersebut.
Seperti yang diungkapkan Robby (44) calon penumpang LRT di stasiun Cawang, yang terpaksa menitipkan sepeda motornya di lahan parkir milik warga.
Robby berharap kedepannya pihak pengelola dapat memperhatikan solusi minimnya kantong parkir tersebut.
“Saran saya perlu disediakan kantong parkir, karena saya aja mau ke sini (stasiun LRT Cawang) naik LRT bingung parkir motornya, akhirnya saya parkir di lahan milik warga di samping Rumah Sakit Otak,” kata Robby saat ditemui Warta Kota, Selasa (29/8/2023).
Baca juga: LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti Berhenti di Semua Stasiun Kecuali Stasiun Halim, Ini Alasannya
Imbas dari minimnya kantong parkir itu juga diakui Robby kerap membuat beberapa penumpang memprakirakan kendaraannya di trotoar jalan.
Selain itu, untuk penjemputan penumpang jika menggunakan kendaraan taksi online atau ojek online hanya bisa menjemput di bahu jalan.
“Kalau ada yang naik ojek online atau taksi online itu ribet, karena harus parkir sementara di bahu jalan, bisa bikin macet juga kalau jam operasional kerja,” imbuhnya.
Selaras disampaikan Tri (44) yang mengatakan dirinya kesulitan untuk mengakses transportasi selain busway ketika hendak melintas mengarah ke rumahnya di kawasan Kramatjati.
Baca juga: Warga Masih Coba-coba Naik LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti Meski Sudah Diresmikan Presiden
Besar harapan Tri, pengelola maupun pemerintah dapat mencari solusi segera terkait hal tersebut.
“Selain busway, sulit juga kendaraan seperti motor pribadi atau mobil untuk menunggu jemput, minim lahan parkir aja,” pungkas Tri.
Sebagai informasi, usai diresmikan pemerintah beroperasi untuk umum, LRT yang Terintegrasi di Jabodebek kini mulai dipadati penumpang, Senin (28/8).
Para penumpang nampak antusias bisa merasakan LRT yang diketahui di Indonesia perdana tersedia.
Dewi (43) selaku penumpang LRT jurusan Dukuh Atas mengakui rasa kagum dan senang bisa merasakan sensasi perdana beroperasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Stasiun-Light-Rail-Transit-atau-Lintas-Raya-Terpadu-LRT-Cawang.jpg)