Sabtu, 2 Mei 2026

Kriminalitas

Polresta Bogor Kota Periksa Ulang 4 Saksi Terkait Pembunuh Noven 2019 Silam

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila menyampaikan perkembangan terbaru dari kasus pembunuhan Noven pada tahun 2019.

Tayang:
Penulis: Cahya Nugraha | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Cahaya Nugraha
Lokasi ditemukannya tubuh Andriana Yubelia Noven Cahya (18) alias Noven yang tewas dibunuh dan belum terungkap sejak 2019. 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com, Cahya Nugraha

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Polresta Bogor Kota kembali membuka lembar peristiwa kelam kasus pembunuhan seorang pelajar di Kota Bogor, yakni Andriana Yubelia Noven Cahya (18) alias Noven yang belum terungkap sejak 2019.

4 tahun berlalu otak dari pembunuhan tersebut belum berhasil diungkapkan, sehingga pelaku masih dapat berkeliaran menghirup udara bebas. 

Sejauh ini pihak kepolisian sudah memeriksa 34 saksi, baik saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, keluarga dan teman korban serta melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri. 

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila menyampaikan perkembangan terbaru dari kasus yang sempet menghebohkan masyarakat Kota Bogor, bahwa kepolisian sudah memeriksa ulang terhadap 4 saksi yang beralamat di Kota Bogor. 

Baca juga: Polisi Periksa 34 Saksi Terkait Kasus Pembunuhan Noven Pelajar Bogor yang Ditusuk di Baranangsiang

"Untuk perkembangan kasus Noven dapat kami sampaikan, terkait pemeriksaan terhadap 34 saksi yang telah diperiksa, penyidik telah melakukan upaya 4 orang saksi yang beralamat di Kota Bogor telah dilakukan klarifikasi ulang," ungkap Rizka, Selasa (11/7/2023). 

"Juga melakukan penelusuran terhadap dua orang saksi karena saat di cek ke alamat ternyata sudah berpindah," sambungnya. 

Pun melakukan pemeriksaan terhadap satu orang sanksi yang berdomisili di daerah Bekasi. Ketika disinggung adakah upaya penambahan saksi, Rizka menyampaikan bahwa saat ini kepolisian masih berfokus terhadap pemeriksaan 34 saksi yang sudah dilakukan sebelumnya. 

Baca juga: Kasus Pembunuhan Noven di Kota Bogor Belum Terungkap, Kemampuan Investigasi Polisi Dipertanyakan

"Saat ini penyidik masih fokus kepada pendalaman 34 orang saksi yang telah dilakukan sebelumnya," Ungkapnya

"Sampai saat ini belum ada penambahan saksi baru karena kejadiaan tahun 2019 maka dari ke 34 orang saksi yang telah dilakukan pemeriksaan telah berpindah domisili karena bukan warga Kota Bogor," sambungnya. 

Sementara, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyampaikan dirinya membentuk tim khusus untuk mencari titik terang atas peristiwa ini guna mencari tahu siapa dalang dibalik pembunuhan ini. 

"Kita juga bentuk tim khusus artinya personel yang lama dulu mengawaki kasus tersebut kita gabungkan kembali dan terus kita lakukan analisa evaluasi untuk pengungkapan kasus ini, " ungkap Bismo kepada awak media di Mako Polresta Bogor Kota

Kepolisian siap mengerahkan segala daya dan upaya dalam pengungkapan kasus ini, berbagai sumber daya juga siap dikerahkan. 

"Ini kita instruksi, kita atensi, kita akan komitmen untuk mengawal kasus ini sehingga terungkap pelakunya," tegas Bismo. 

"Kita juga akan mengelaborasi semua jalur, baik itu kerjasama berbagai instansi atau dinas terkait untuk mencari titik terang peristiwa ini," sambungnya. 

Tak hanya itu Polresta Bogor Kota juga melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk pemeriksaan secara scientific crime investigation. 

"Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap 34 saksi, melakukan olah TKP di lokasi dan juga kita melibatkan Puslabfor Mabes Polri untuk pemeriksaan secara scientific crime investigation," jelas Bismo. 

Pun untuk semua kemungkinan yang bisa memberikan petunjuk terhadap keberadaan pelaku akan terus disediki oleh kepolisian. 

Sebagai informasi, Noven ditusuk saat pulang sekolah saat melewati gang di wilayah Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat dan aksi penusukan pelaku terhadap Noven sempat terekam kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi kejadian. 

Dari hasil autopsi, korban mengalami luka tusuk di dada kiri sedalam 25 sentimeter dengan lebar 3 sentimeter. 

Menurut Bismo apa yang terjadi di dalam gang tersebut jelas merupakan sebuah pembunuhan berencana. 

"Ada perencana, perencanaan itu dia menunggu. Pelaku itu menunggu keberadaan korban. Jadi sudah direncanakan," ungkapnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved