Kamis, 28 Mei 2026

Berita UI

Warga Jatijajar Depok Dapat Pupuk Kompos Gratis dari Pengolahan Biodigester Lab Parangtopo FMIPA UI

Dukung pengemburan tanah, warga Jatijajar Depok dapat pupuk kompos gratis dari pengolahan Biodigester Laboratorium Parangtopo FMIPA UI.

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
Humas dan KIP UI
Warga Jatijajar Depok Dapat Pupuk Kompos Gratis dari Pengolahan Biodigester Lab Parangtopo FMIPA UI 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Warga Jatijajar Depok dapat pupuk kompos gratis dari pengolahan Biodigester Lab Parangtopo FMIPA UI

Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyalurkan pupuk jenis kompos hasil pengolahan dari biodigester Laboratorium Parangtopo FMIPA UI.

Pupuk kompos tersebut diberikan secara gratis kepada 25 warga RT 04/06, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Baca juga: Mahasiswa FKG UI Masuk 5 Besar Kejurnas Slalom U23 2023 di Edutown Arena BSD City, Tangerang

Baca juga: Jadi No 1 di Indonesia, Tongmyong University asal Korsel Kolaborasi dengan UI Kembangkan Riset

Hal ini dilakukan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tim Penanggung Jawab Lapangan Laboratorium Biodigester, Gamma Abdul Jabbar, M.Sc., mengatakan, kegiatan ini guna mendukung penggemburan tanah di lahan milik warga dengan menggunakan pupuk kompos ramah lingkungan agar tanah berfungsi optimal untuk ditanami berbagai macam tanaman produktif.

Kegiatan “Laboratorium Waste to Energy Parangtopo Peduli” ini diikuti oleh warga yang merupakan binaan dari Perkumpulan Indonesia Berseru yang merupakan lembaga yang mendedikasikan karyanya di bidang kampanye untuk perubahan sosial.

Warga binaan ini didominasi oleh ibu rumah tangga yang diedukasi untuk melakukan budidaya tanaman sayuran seperti tomat, sawi, cabai, dan bayam secara mandiri.

Sebanyak 50 kantong pupuk disalurkan dengan berat masing-masing 3 kg.

“Kompos yang dihasilkan merupakan produk dari pengolahan anaerobik dari campuran daun
kering dan sisa sampah organik. Sehingga, kompos ini tidak menggunakan bahan lain selain yang
dihasilkan dari alam,” ujar Gamma.

Ia menambahkan bahwa potensi pupuk hasil biodigester yang dihasilkan dari pengolahan sampah
organik di lingkungan Kampus UI Depok telah diujicobakan ke tanaman di kebun percobaan yang dibuat di area Laboratorium Parangtopo FMIPA UI.

Baca juga: Inilah 7 Inovasi Mahasiswa FIA UI yang Dapat Bantuan Dana Kewirausahawan dari Kemendikbudristek

Pupuk tersebut digunakan untuk budi-daya tanaman terung, kacang tanah, pakcoy, dan kangkung, baik secara konvensional maupun dengan sistem hidroponik.

“Dari hasil percobaan yang dilakukan, juga terlihat bahwa tanaman yang diujicobakan menunjukkan respon yang baik terhadap beberapa perlakuan yang dilakukan,” ujar Gamma.

Proses pembuatan pupuk kompos di Laboratorium Parangtopo FMIPA UI dilakukan dengan
menggunakan teknologi Fixed Dome Digester Compose secara anaerob.

Dari kajian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa rasio terbaik antara sampah organik, sampah daun kering, dan animal waste adalah 5:5:2.

Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan, dan ambang batas untuk kategori pupuk sebagian besar berhasil dipenuhi.

Baca juga: Gebetan Gelar Gebyar Sertifikasi Halal Gratis, Ini Harapan Ketua Komunitas UMKM Cimanggis Depok

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved