Jumat, 5 Juni 2026

Akses Jalan Ditutup Beton, Pemkot Bekasi Siap Mediasi Warga dengan Pengembang

Dampak dari penutupan tembok beton itu, setidaknya kini ada 10 rumah warga Perumahan Green Village Kota Bekasi yang tidak memiliki akses jalan

Tayang:
Warta Kota
Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI SELATAN - Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan akan melakukan langkah mediasi dengan mempertemukan warga dengan pihak pengembang terkait masalah yang dihadapi oleh warga Perumahan Green Village, Bekasi Utara.

"Kita mediasi, bukan hanya pengembang antara dua pengembang yang ada. Ini kan salah satu pengembang dengan pengembang kita mediasi dan juga dengan masyarakat," kata Tri Adhianto, Kamis (29/6/2023).
Disampaikan oleh Tri Adhianto, memang saat ini Pemerintah Kota Bekasi telah meninjau langsung Perumahan Green Village Kota Bekasi untuk mengkaji permasalahan yang ada. 
Kata Tri, Pemkot Bekasi akan menjadi penengah terkait masalah tersebut.
"Ini harus ditengahi oleh pemerintah dan harusnya mesti kita mediasi sehingga pada akhirnya warga tidak mengalami kesulitan terkait dengan proses kepemilikan tanah," katanya 
Keinginan Pemkot Bekasi untuk mempertemukan antara warga yang terdampak dengan pengembang, untuk mencari solusi ke depan. 
 Sehingga masyarakat yang terdampak dalam masalah itu tidak mengalami kesulitan, apalagi akses jalan kini ditutup beton.
"Yang lebih penting adalah bagaimana mengkomunikasikan antara pengembang yang ada sehingga warga masyarakat tidak mengalami kesulitan. Karena ini kan dua duanya ada di kewenangan perizinan nanti ada di dinas tata ruang," ujarnya.
Seperti diketahui, pemilik lahan Liem Siam Tjie telah memenangkan perkara sengketa lahan seluas 376 meter yang diduga diserobot oleh pengembang Green Village Bekasi PT Surya Mitratama Persada (SMP). 
Kini pemilik lahan memasang tembok beton atas kepemilikan lahan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Dampak dari penutupan tembok beton itu, setidaknya kini ada 10 rumah warga Perumahan Green Village Kota Bekasi yang tidak memiliki akses jalan. 
Sebab, 376 meter lahan yang sebelumnya diperuntukkan untuk jalan warga itu, kini telah ditutup beton. (jos)
Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved