Pernah Jadi Korban Pelecehan, Calon None Jakarta Barat Ini Bawa Misi Khusus Untuk Perempuan

Chaca menyampaikan, perempuan kerap berada di situasi tidak aman kala berada di transportasi umum, seperti di kereta commuter line (KRL)

Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Finalis Abnon Jakbar termuda, Patricia Putri Alvina (19). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAPOS - Di tengah proses pembekalan Abang None (Abnon) Jakarta Barat yang berlangsung di Camp Cai Hulu, Tapos, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/6/2029), seorang finalis bernama Patricia Putri Alvina (19) mencuri perhatian lantaran menjadi finalis termuda. 

Kendati menjadi yang termuda, wanita cantik berambut lurus tersebut rupanya memiliki kemampuan komunikasi publik (public speaking) yang baik.
Dia nampak lancar dan lugas kala menjawab pertanyaan yang diajukan di sesi pembekalan Abnon 2023. 
Saat dihampiri Wartakotalive.com di lokasi, Patricia atau yang karib disapa Chaca itu mengungkapkan jika ia merupakan seorang mahasiswi semester 2 di Universitas Indonesia (UI) jurusan Kriminologi. 
Uniknya, wanita bertubuh tinggi semampai itu sengaja memilih jurusan Kriminologi dan mengikuti ajang Abnon Jakbar lantaran memiliki misi khusus.
Yakni, dia ingin menciptakan ruang aman untuk wanita di Indonesia. 
Bukan tanpa sebab dirinya melakukan itu, pasalnya dia pernah menjadi korban pelecehan seksual di salah satu tempat wisata di Indonesia.
"Jadi yang membuat saya ke trigger (terpacu) adalah karena saya mahasiswa Kriminologi dan saya sering banget bahas isu perempuan, yang mana perempuan itu sering banget mendapatkan situasi enggak aman, terutama di sektor kepariwisataan," kata Chaca saat ditemui, Minggu (18/6/2023).
"Sering lah lihat kasus pelecehan seksual, kekerasan seksual dan sebagainya. Dan menurut saya melalui kegiatan Abnon, saya pengin berkontribusi untuk menciptakan ruang aman terhadap perempuan-perempuan di sektor pariwisata," imbuhnya. 
Chaca menyampaikan, perempuan kerap berada di situasi tidak aman kala berada di transportasi umum, seperti di kereta commuter line (KRL).
Oleh karenanya, kata dia, isu terkait perempuan perlu digaungkan agar menjadi bahan perhatian dan edukasi.
"Banyak banget kasus-kasus pelecehan yang kesannya itu orang-orang enggak perhatiin dan itu saya sering lihat. Menurut saya itu penting banget untuk bisa dibawa ke ranah publik," jelas Caca.
"Saya bahkan pernah jadi korban juga di salah satu pariwisata yang enggak bisa saya sebutin. Makanya perlu edukasi dan perhatian di bidang tersebut," imbuhnya.
Alumni SMAN 13 Jakarta Utara itu mengatakan, kala mendapatkan pelecehan seksual, dirinya memendam dan tak bercerita tentang kejadian tak mengenakkan tersebut kepada siapapun.
Kendati begitu, dia ingin membalasnya dengan hal positif, salah satunya melalui ajang Abnon Jakbar. 
Terlebih lagi, menurut dia, Jakarta Barat merupakan daerah yang memiliki tempat-tempat pariwisata potensial. 
"(Waktu kejadian pelecehan) saya pendam dan saya pengen kasih perubahan-perubahan saja," ucapnya.
Chaca berujar, meski dirinya menjadi yang termuda, namun dia optimis bisa memenangkan ajang bergengsi tersebut dan merealisasikan mimpi serta misinya. 
"Jujur tertekan (lihat yang lebih tua), karena banyak yang umurnya cenderung lebih daripada saya, pasti punya pengalaman lebih. Banyak punya juga background-backgroud (latar belakang) lebih menarik dari saya," kata Chaca.
"Tapi namanya persaingan, enggak ada yang tahu, jadi tetap diperjuangkan saja, optimis sampai akhir," pungkasnya. (m40)
Untuk informasi, kegiatan Abnon Jakarta Barat itu diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat.
Ke-30 finalis Abnon tersebut merupakan hasil seleksi dari 143 peserta yang mendaftar mengikuti ajang Abnon Jakarta Barat tahun ini. 
Nantinya, mereka akan diseleksi menjadi tiga besar untuk kemudian dilombakan lagi ke tingkat Provinsi DKI Jakarta untuk melawan 36 finalis dari enam wilayah Jakarta. (m40)
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved