Selasa, 9 Juni 2026

Hari Raya Waisak

Perayaan Waisak 2023, Ini Makna 5 Warna dari Lilin di Vihara Khanti Paramita Bekasi

Yulan menuturkan adapun tradisi yang biasa dilakukan umat Buddha menjelang Waisak yakni tradisi tidak makan daging atau disebut cia cai

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Vihara Khanti Paramita, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI - Umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak pada Minggu (4/6/2023). 

Sebagian besar Vihara telah mempersiapkan sejak akhir Mei, salah satunya Vihara Khanti Paramita, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
Vihara ini telah melakukan ritual memandikan rupang Buddha hingga menyiapkan persembahan. Dalam semua ritual tersebut memiliki makna tersendiri.
Termasuk dalam lima warna yang terkandung pada masing-masing puja lilin yang terpasang di altar.
Warna tersebut memiliki warna yang sama dengan bendera Buddhist yang terpasang di sekitaran Vihara. Ada lima warna yakni biru, kuning, merah, putih, dan jingga.
Biru artinya berbakti pada siapa saja. Berbakti pada orang tua, guru, para leluhur, dan Sang Buddha.
Sehingga diajarkan agar dapat menghormati mereka yang memberikan jasa dan membimbing.
Warna selanjutnya yakni kuning, yang memiliki arti kebijaksanaan. Dalam hal ini terkait bagaimana manusia mengambil langkah keputusan. 
Merah sebagai warna ketiga memberi artian cinta kasih pada semua makhluk hidup, bahkan pada makhluk yang tidak terlihat pun harus dihormati dengan cara didoakan.
Dua warna terakhir yakni putih yang berarti suci dan jingga artinya semangat. Dalam penjelasan warna putih yakni memberi pengertian mengapa perlu dilakukan ritual pemandian rupang Buddha.
Ketua Vihara Khanti Paramita, Yulianah mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim pengarah penyulutan lilin 5 warna yang akan dinyalakan oleh para sesepuh di Vihara.
"Kami juga berbagi tugas untuk hari H ada tim persiapan persembahan Altar seperti lilin, dupa, bunga, buah dan lain-lain. Lalu, ada tim penyambutan umat yang hadir, tim pelaksanaan prosesi, tim pemimpin kebaktian dan tim pengarah penyulutan lilin 5 warna oleh sesepuh. Terakhir menjadwal dharmaduta untuk khotbah dhamma," ucapnya saat dihubungi, Jumat (2/6/2023).
Yulan menjelaskan detik-detik Waisak tahun ini akan berlangsung pada pukul 10.41 WIB. Umat sudah boleh mulai datang pukul 08.30 WIB.
Yulan menuturkan adapun tradisi yang biasa dilakukan umat Buddha menjelang Waisak yakni tradisi tidak makan daging atau disebut cia cai.
"Selanjutnya untuk umat Buddha yang dengan keinginan sendiri boleh melaksanakan cia cai atau tidak mengkonsumsi makanan yang terkandung dari makluk hidup," tuturnya.
"Mulai dari malam Capgo sampai selesai puja bhakti detik-detik Waisak. Semoga dengan tekad menjalankan sila dan membersihkan kilesa, hati, ucapan dan pikiran pun bersih," ucap dia.
Perempuan berusia 48 tahun itu mengaku bersyukur perayaan Hari Raya Waisak tahun ini pandemi Covid-19 mereda dan sudah tidak ada lagi batasan-batasan kegiatan.
"Selanjutnya bakal diadakan perayaan Waisak bersama seluruh umat Vihara Khanti Paramita. Vihara kami sendiri dapat menampung 350-an umat," ujarnya.
"Kalau untuk tahun lalu, kami dihadiri oleh 5 tokoh agama. Semoga ke depannya kami bisa lebih solid dalam menciptakan toleransi antar umat beragama dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi," tutup dia. (m27)
Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved