Formula E

Jakpro Baru Jual 8.000 Tiket Formula E, Sekda DKI Pastikan Pemprov Tidak Dapat Commitment Fee

Sekda Pemprov DKI Jakarta, Joko Agus mengatakan, saat ini tiket Formula E yang sudah dijual sebanyak 8.000 lembar.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Umar Widodo
Istimewa
Joko Agus Setyono, Sekda Provinsi DKI Jakarta bilang Pemprov tidak akan mendapatkan commitment fee dari penyelenggaraan Formula E pada bulan Juni nanti 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyiapkan sebanyak 20 ribu tiket Formula E di kawasan Ancol, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sekda Pemprov DKI Jakarta, Joko Agus mengatakan, saat ini tiket Formula E yang sudah dijual sebanyak 8.000 lembar.

"Ya itu sebenarnya udah programnya BUMD Jakpro yang dengan B2B jadi pemerintah daerah tidak terlibat sama sekali," katanya Kamis (11/5/2023).

Menurut Agus, saat ini Pemprov DKI tidak melakukan commitment fee untuk kegiatan balapan mobil kursi di kawasan Ancol seperti tahun lalu.

Sehingga, Pemprov DKI Jakarta tidak mengeluarkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk Formula E.

"Sekarang pemerintah daerah sudah tidak lagi mengeluarkan sedikit pun untuk pelaksanaan Formula E yang sekarang," tegasnya.

Agus memastikan Pemprov DKI Jakarta tidak akan menjadi sponsor di kegiatan Formula E yang diadakan Jakpro.

Baca juga: Harga Tiket Formula E Mencapai Rp 20 Juta, Ini Kategori yang Disediakan

Baca juga: Belum Dilunasi, Jakpro Ungkap Utang Formula E 2022 Era Gubernur Anies Capai Rp 90 Miliar

Sebab, kegiatan itu adalah bisnis dari BUMD dan Pemerintah Daerah tidak terlibat ataupun dilibatkan lagi.

"Ya kita sebagai pemerintah daerah itu urusan bisnis mereka. Tidak ada, engga ada," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Jakpro bakal menggelar kembali ajang balapan Formula E di sirkuit Ancol, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Juni 2023 mendatang.

Trubus Rahardiansyah 1
Trubus Rahardiansyah pengamat kebijakan publik yang mengkritisi penyelenggaraan Formula E di Sirkuit Ancol oleh Jakpro yang tidak ada manfaatnya untuk masyarakat kelas bawah

Namun, ajang balapan ini menimbulkan reaksi pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah.

Menurutnya, Jakpro ingin mencari keuntungan dari ajang Formula E apalagi diadakan setiap tahun.

"Kalau misalnya sebagai tahap pengenalan Formula E di Indonesia mungkin iya, tapi dalam prakteknya berbeda," ujarnya kepada Wartakotalive.com Kamis (11/5/2023).

Trubus mengaku, Jakpro hanya ingin melakukan pemborosan anggaran dan tidak menutup kemungkinan bakal ada dugaan korupsi di dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai, manfaat ajang Formula E hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kalangan menengah ke atas bukan rakyat biasa yang tak punya uang.

"Dugaan itu bisa saja terjadi (Korupsi). Idealnya kan berikan kesejahteraan masyarakat Jakarta, ini kan belum masih jauh dari harapan," terangnya.(m26)

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved