Universitas Indonesia
77 Peserta Difabel Ikuti UTBK-SNBT di Kampus Universitas Indonesia Depok
Jumlah keseluruhan peserta difabel ini meningkat dua kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya, yang tercatat hanya 35 peserta difabel di UI.
Penulis: Umar Widodo | Editor: Umar Widodo
Setiba di lokasi, petugas keamanan yang berada di sana mendampinginya menuju ruang ujian.
"Bahkan, saat ujian selesai, saya diantar pulang oleh bapak security-nya,” kata Chesa.
Baca juga: Antar Si Bungsu UTBK-SNBT di UI, Ini Kisah Sopir Angkutan Kuliahkan Anak hingga Lulus S1 dan S2 FHUI
Penanggung Jawab Lapangan (PJL) Gedung Lama Fasilkom UI, Maya Retno Ayu Setyautami, M.Kom.sangat peduli dengan memberikan fasilitas ujian yang memudahkan peserta ujian.
“Bagi peserta tunanetra, kami telah menyediakan fasilitas khusus, berupa aplikasi yang berbeda dari aplikasi yang digunakan pada peserta umum lainnya, yaitu Non Visual Desktop Access (NVDA). Aplikasi tersebut merupakan software atau aplikasi pembaca yang memungkinkan para tunanetra untuk menggunakan komputer dan mendengarkan soal ujian. Selain itu, mereka juga mendapatkan headset dan reglet yang merupakan alat tulis untuk difabel,” ujar Maya.
Selama pelaksanaan ujian berlangsung, Maya juga menyampaikan bahwa dalam ruang ujian para peserta difabel tunanetra juga ditemani oleh dua pendamping yang siap membantu apabila terdapat kendala atau masalah teknis selama pengerjaan.
Selain itu, terdapat juga dua petugas tambahan lainnya yang akan bersedia mengarahkan dan mendampingi peserta difabel, jika dua petugas lainnya sedang mendampingi peserta lain.
Mereka juga melakukan pendampingan apabila peserta memiliki kebutuhan untuk keluar ruangan, seperti ke toilet, sakit, dan lain-lain.
Selain pendamping, dalam pelaksanaan UTBK bagi peserta difabel tunanetra, UI juga telah menyiapkan tenaga ahli di bidang teknologi dan sistem informasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Peserta-UTBK-SNBT-UI-Difabel.jpg)