Sabtu, 18 April 2026

Kriminalitas

Kisah Pilu Ayah Angkat Arya Pelajar Bogor yang Tewas Ditebas, Ingin Pelaku Dihukum Berat

Ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Kisah pilu ayah angkat Arya Pelajar Bogor yang tewas dibacok

|
Penulis: Cahya Nugraha | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Cahya Nugraha
Kisah Pilu Ayah Angkat Arya Pelajar Bogor yang Tewas Ditebas, Ingin Pelaku Dihukum Berat 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR- Kisah pilu ayah angkat Arya Pelajar Bogor yang tewas dibacok, Ingin pelaku dihukum berat.

Rojai, yang merupakan ayah angkat dari Arya Saputra masih tidak percaya akan kondisi yang menimpa anaknya pada Jumat (10/3/2023).

Kejadian siang itu merupakan hari yang kelam bagi keluarganya, melepas kepergian Arya Saputra untuk selamanya. 

Baca juga: Arya Pelajar Bogor yang Tewas Dibacok Bercita-cita Luhur, Ingin Renovasi Rumah yang Beratap Tripleks

Seorang anak yang hanya hendak pulang ke rumah seusia pulang sekolah secara mendadak ditebas oleh pelajar lainnya, entah apa maksud dan tujuan pelaku melakukan hal tersebut. 

Jumat pagi, Ja'i yang bekerja sebagai Office Boy (OB) di salah satu perusahaan melakukan rutinitasnya seperti biasa. 

Namun betapa terkejut dia ketika ada orang  petugas menghampiri dan memintanya untuk segera pulang ke rumah. 

"Saya disuruh pulang sama petugas," katanya ditemui di rumah duka, Sabtu (11/3/2023). 

Ja'i pun bertanya kepada petugas tersebut, terkait perihal apa yang mengharuskan dirinya untuk pulang. 

"Ada apa ya? pikir saya seperti itu," ungkapnya. 

Tetapi Petugas tersebut pun enggan memberi tahunya. 

"Kata petugas tersebut bilang ke saya, 'nanti aja pak di depan'," kata Ja'i menirukan gaya bahasa petugas tersebut. 

"Sudah di depan, saya tanyain lagi sama yang jemput saya itu, 'ada apa,?, " sambungnya. 

Ternyata di depan kantor tempat Ja'i bekerja sudah menunggu Rifki yang merupakan anak tetangganya. 

"Ada anak tetangga namanya Rifki, saya tanya ada apalagi ke dia. Si anak ini bilang 'saya nggak bisa jelasin nanti aja di rumah' ungkapnya. 

Ja'i pun sempat naik pitam, sebab pertanyaan yang begitu sederhana tidak ada satupun yang dapat menjawabnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved