Berita UI
FMIPA Universitas Indonesia Ciptakan Pendeteksi Longsor Jarak Jauh Berbasis Internet of Things
Tahun 2022 834 kasus tanah longsor di Indonesia. FMIPA Universitas Indonesia ciptakan pendeteksi longsor jarak jauh berbasis Internet of Things.
Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
“Inovasi dan kemandirian teknologi Landslide 2.0 diharapkan dapat diaplikasikan di berbagai lokasi rawan longsor di seluruh Indonesia. Harga yang terjangkau memungkinkan kita untuk membantu masyarakat dan pemangku kebijakan daerah dalam membangun sistem peringatan dini secara mandiri di daerah masing masing,” kata Dr. Parluhutan.
Baca juga: Zulhas Ajak Erick Tohir, Uya Kuya, Hingga Pasha Ungu Ramaikan HUT 273 Langkat
Landslide 2.0 yang mulai dirancang pada Agustus 2020 terus dikembangkan dan ditingkatkan hingga saat ini.
Alat tersebut telah diujicobakan selama enam bulan di daerah Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat dan terbukti cukup efektif memantau pergerakan tanah sebelum longsor serta mengirimkan peringatan dini secara real time ke masyarakat.
Dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu Rp30–50 juta, masyarakat dapat mengoperasikan Landslide 2.0 untuk membangun sistem peringatan dini bencana longsor secara mandiri di daerah masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/FMIPA-UI-Ciptakan-Deteksi-Longsor.jpg)