Jadi Tren, Kendaraan Listrik Jadi Solusi Harga BBM Naik dan Hemat Biaya Perawatan
Dalam satu kali berkendara menghabiskan sekira 1,2 kWh. Sementara harga per-satu kWh-nya, hanya Rp 1.500.
Selain itu, Henderson menyampaikan, berkendara dengan mobil listrik dapat membuat penggunanya terbebas dari beberapa aturan. Salah satunya, ganjil genap di DKI Jakarta.
Baca juga: Viral Baliho Ucapan Sweet Seventen Jeng Wulan yang Diduga Ulah Pacar, Warga: Kasihan Kalau Putus
Adapun untuk biaya operasionalnya, kata Henderson, perbandingannya bisa 1/4 dari mobil konvensional biasanya.
Pasalnya, biaya tahunan untuk pajak Surat Kendaraan Bermotor (STNK) dalam satu tahun jauh lebih murah. Henderson mengaku hanya mengeluarkan biaya Rp 2 juta, dari yang seharusnya ada di angka Rp 35 juta.
"Mobil kelas ini (Tesla) biasanya dikenalan Rp 35 juta setahun. Tapi sekarang saya hanya Rp 2 juta," jelas Henderson.
Baca juga: DPRD Kota Bogor Gelar RDP Soal Raperda Pemajuan Kebudayaan Sunda, Ini Kata Bappeda Kota Bogor
Selain itu, pada mobil listrik, pengguna tidak perlu mengeluarkan uang untuk penggantian oli mesin dan oli transmisi. Sebab, komponennya hanya rem dan dinamo pada roda.
"Selain low emisi, mobil listrik juga ramah lingkungan. Murah sekali maintanance-nya, karena hanya rem dan dinamo di roda, itu pun jarang dilakukan perbaikan," jelas Henderson.
Lebih lanjut, Henderson mejelaskan, untuk satu kali berpergian, pengguna hanya harus menunggu 1,5 jam saja sampai baterainya full terisi.
Baca juga: Polisi Tegur Pesepeda Tidak Gunakan Jalur Sepeda, Malah Ngebut di Jalan Jendral Sudirman
Dengan syarat, pengisiannya harus dilakukan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang menyediakan 20 hingga 60 kilo watt.
"Kalau di rumah pakai home charging, kecepatannya sama. Tetapi kalau portable charging bisa lebih lama hingga 11 sampai 12 jam. Sebab, hanya tujuh kilo watt sekali masuk," jelas Henderson.
Ia menambahkan, dalam satu kali pengisian hingga full, mobil listrik dapat menempuh jarak hingga 335 kilo meter, tanpa perlu melakukan isi ulang.
Baca juga: Keluar dari Zona Nyaman, Sheryl Sheinafia Main Film Horor Berjudul Tumbal Kanjeng Iblis
"Saya sebelumnya pakai BMW seri 7, saya hitung bedanya 1/5. Misalnya, saya isi BMW Rp 500.000, dengan mobil listrik bisa hanya Rp 200.000," jelas Henderson.
Di akhir, Henderson mengajak kepada para masyarakat untuk tidak ragu jika hendak menggunakan kendaraan listrik.
Pasalnya, penggunaan tersebut lebih banyak keuntungan. Terlebih, kata Henderson, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyediakan SPKLU di berbagai titik daerah, terutama Jabodetabek. (M40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Mobil-dan-motor-listrik.jpg)