Aliran Dana Parkir Liar DKI Jakarta Setengah Triliun Setahun, Heru Budi Hartono Diminta Audit Dishub
Ia meminta Heru mengevaluasi Dishub DKI Jakarta guna menertibkan dan memperbaiki manajemen perparkiran lantaran juga menjadi sumber PAD cukup besar
Penulis: Leonardus Wical Zelena Arga | Editor: Vini Rizki Amelia
Dalam video tersebut menunjukan adanya parkir liar motor di depan Grand Indonesia dipatok dengan harga Rp 10.000.
Baca juga: Softball Jadi Waktu Me Time Zaskia Adya Mecca Setelah Punya Banyak Anak, Ini Alasannya
Tigor pun membagi pengalamannya pada awal tahun 2022 lalu, di mana saat Grand Indonesia mulai beroperasi kembali, ia beberapa kali berkunjung ke pusat bisnis tersebut.
Motor yang ia gunakan parkir di area parkir sekitar Grand Indonesia.
"Ketika pulang dan ambil motor, petugas juru parkir liarnya meminta biaya parkir Rp 10.000 kepada saya. Ketika saya coba tawar Rp 5.000, si jukir liar tidak mau dan tetap meminta saya membayar parkir motor seharga Rp 10.000," tandas Tigor.
Baca juga: Bawa Rp 35 Juta dari Kementerian Agama, Nur Azizah Tahmid Sambangi Pembangunan Mushola di Kota Depok
Tigor menilai, semua kawasan parkir liar di sekitar Grand Indonesia itu terdapat banyak sekali titik parkir dan diisi ribuan sepeda motor.
Ia membayangkan betapa besarnya pendapatan parkir liar di kawasan sekitar Grand Indonesia itu.
"Misalnya saja ada sekitar 5.000 sepeda motor setiap hari yang parkir di sana maka pendapatannya ada Rp 50 juta sehari, Rp 1,5 miliar sebulan dan Rp 18 miliar dalam setahun," jelas Tigor. (m36)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Parkir-liar-di-kawasan-Citayam-Fashion-Week.jpg)