Gempa Bumi di Cianjur

Kondisi Terkini di Lokasi Longsor Jalan Raya Cipanas, Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Normalisasi

Pantauan Wartawan TribunnewsDepok.com di lokasi, masih ada sejumlah masyarakat mengguna jalan yang berhenti di lokasi longsoroan untuk sekadar berfoto

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Cahaya Nugraha
Petugas dari Tim SAR Gabungan masih melakukan normalisasi di lokasi longsor di Jalan Raya Cipanas-Cianjur yang porak-poranda akibat gempa bumi di Cianjur dengan kekuatan Magnitudo 5,6 pada Selasa (2911/2022) siang. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIANJUR -- Petugas dari Tim SAR Gabungan masih melakukan normalisasi di lokasi longsor di Jalan Raya Cipanas-Cianjur yang porak-poranda akibat gempa bumi di Cianjur dengan kekuatan Magnitudo 5,6 pada Selasa (2911/2022) siang.

Petugas juga melarang masyarakat yang berswafoto di lokasi longsor tersebut karena akan membahayakan dan mengganggu porses normalisasi longsoran.

Pantauan Wartawan TribunnewsDepok.com di lokasi, masih ada sejumlah masyarakat mengguna jalan yang berhenti di lokasi longsoroan untuk sekadar berfoto.

Menurut pantaua kondisi arus lalu lintas di jalan Raya Cipanas-Cianjur juga terpantau ramai lancar.

Meski demikian petugas mengimbau masyarakat yang melintas untuk tidak berhenti di lokasi longsor karena berbahaya dan diminta untuk segera melanjutkan perjalanan mereka.

Sementara itu tampak dua kendaraan alat berat diturunkan untuk menormalisasi tanah yang tumpah ke jalan dan membuat undak-undakan serta menguatkan tanah di tebing bekas longsoran.

Akibat gempa bumi di Cianjur, di depan restoran warung sate Shinta juga tampak terdapat retakan pada aspal dan tanah yang cukup panjang.

Sedangkan rumah makan sate shinta sendiri juga sudah dipasang garus polisi, sementara di bagian dalam masih porak-poranda dan belum dibereskan oleh pemiliknya.

Tim Sar Gabungan juga menaruh sepeda motor yang berhasil ditemukan oleh tim SAR Gabungan.

Baca juga: Pascagempa Bumi di Cianjur, Warga Mulai Diserang Penyakit ISPA, Hipertensi Hingga Diare

Sementara itu dilansir dari bnpb.go.id, hingga Senin (28/112022) pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Cianjur tercatat menjadi 323 jiwa.

Tim gabungan berhasil menemukan 2 jenazah di Kecamatan Cijedil, sehingga data warga hilang berkurang menjadi 9 jiwa. 

Kerusakan infrastruktur tercatat 26.237 rumah rusak berat, 14.196 rumah rusak sedang, dan 22.786 rumah rusak ringan.

Baca juga: Detik-detik Jelang Gempa Bumi di Cianjur, Ade Juli Lihat Gemuruh Bayangan Hitam Angin Puting Beliung

Infrastruktur lain yang mengalami kerusakan yaitu 471 sekolah, 170 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 17 gedung perkantoran.

Data titik pengungsian terpilah yang dapat dihimpun BNPB, KemenPPPA, dan UNFPA hingga saat ini tercatat sebanyak 449 titik, dengan total jumlah pengungsi sebanyak 100.330 jiwa. 

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur, Warga Kampung Kuta Mangunkerta Butuh Tikar untuk Tidur di Pengungsian

Pos komando terus melakukan pemantauan kebutuhan logistik warga terdampak.

Distribusi bantuan masih terus digencarkan dengan menggunakan berbagai armada. 

Sebanyak 294 organisasi membantu pemerintah kabupaten cianjur dalam penanganan gempabumi yang terjadi pada Senin (21/112022) lalu.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved