Universitas Indonesia

Dibanderol Rp2,3 Juta, Ini Manfaat Panel Surya Karya Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Dirinya berharap PARASOL bisa digunakan untuk khalayak umum sebagai sumber energi yang ramah lingkungan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Cahya Nugraha
Tiffany Liuvinia merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang berhasil menggagas panel surya roll dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya yang diberi nama Printable Alternative Solar Roll (PARASOL). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Salah seornag mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Tiffany Liuvina berhasil menggagas panel surya roll.

Panel tersebut memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya yang diberi nama Printable Alternative Solar Roll (PARASOL).

Studi Kelayakan dan Modal Bisnis pada PARASOL merupakan tugas dari Tiffany untuk meneliti sejauh mana implementasi alat tersebut dapat digunakan oleh masyarakat luas. 

Survei harga dengan implementasi yang diberikan juga tugas dirinya untuk menentukan hal tersebut. 

 

Simak video berikut ini:

 

"Ini kan produk baru, jadi kita lihat apakah produk ini dapat diimplementasikan untuk masyarakat Indonesia atau tidak, jika bisa dimana lokasinya, targetnya dimana, untuk harga berapa? Apakah harga sekian memumpuni? Itu fokus saya," ungkap Tiffany ditemui di FTUI beberapa waktu lalu. 

Sejauh ini Tiffany sudah menemukan fakta, bahwa PARASOL memiliki banyak keunggulan dibandingkan panel surya biasa. 

Manufakturnya yang lebih sederhana membuat PARASOL memiliki harga jauh lebih terjangkau dibandingkan panel surya konvensional.

Baca juga: Dibutuhkan Waktu 5 Tahun Untuk Produksi PARASOL secara Masal

Selain itu, PARASOL merupakan panel surya yang lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya.

"Karena kan memang targetnya untuk kalangan menengah. Harga nya juga enam kali lebih murah dibandingkan panel surya biasa," jelasnya. 

"Untuk harga kami hitung Rp 2,3 juta," sambungnya. 

Baca juga: Pemkot Depok dan Belanda Jalin Kerjasama Wujudkan Wisata Sejarah di Kawasan Depok Lama

Dirinya berharap agar nantinya PARASOL bisa digunakan untuk khalayak umum sebagai sumber energi yang ramah lingkungan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. 

"Sebagai salah satu cara juga untuk mengurangi pemanasan global," tutupnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved