Piala Dunia 2022
Piala Dunia 2022, Resto Mama Rozie Hadirkan Happy Lunch Khusus Makanan Khas Indonesia di Qatar
Momen Piala Dunia 2022 Qatar digunakan pemilik Resto Indonesia Mama Rozie untuk memperkenalkan ke khalayak dunia tentang ragam makanan Indonesia.
Penulis: Eko Priyono | Editor: murtopo
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, AL MUNTAZAH - Resto Mama Rozie di yang ada di wilayah kota Al Muntazah, Doha, Qatar menjadi salah satu restoran Indonesia yang ada di Qatar.
Momen Piala Dunia 2022 Qatar digunakan pemilik Resto Indonesia Mama Rozie untuk memperkenalkan ke khalayak dunia tentang ragam makanan Indonesia.
Dalam sesi wawancara jurnalis Wartakotalive.com, Eko Priono, dengan pemilik Resto Indonesia Mama Rozie, yang terletak di Al Muntazah, Doha, Qatar, yakni ibu Rosalina Umar, pada Senin (21/11/2022), ia bertekad mengenali secara keseluruhan budaya Indonesia, yang tentu tidak kalah menarik dari hanya Bali.
Wanita kelahiran pulau Pinang Malaysia ini diketahui memiliki suami yang besar di Aceh Indonesia bernama Armen Anwar.
Rosalina menegaskan dirinya tidak ingin masyarakat Internasional, khususnya warga Qatar, hanya mengenal terkenal Indonesia itu Bali saja.
"Mengingat dari mereka (Warga luar Indonesia) mengetahui Indonesia itu hanya Bali, padahal terdapat kota-kota lain yang memiliki makanan khas yang seharusnya mereka ketahui juga," kata Rosalina, Minggu (20/11/2022).
Berlandaskan faktor itu, kemudian ia berinovasi dengan membuat Happy Lunch di resto miliknya itu.
Berjalan lebih kurang empat tahun program yang hanya mengadakan khusus di hari Senin itu, terbukti berhasil.
Kini, kalangan perkantoran, hingga warga sekitar Qatar, kerap memilih Resto Mama Rozi untuk sarapan.
"Untuk melakukan program tersebut, Resto Mama Rozi ini menyiapkan menu khas Indonesia hanya satu yang kemarin contoh Nasi Liwet Sunda," lugasnya.
Tentu menu khusus di setiap hari Senin setiap seminggunya berbeda.
Bisa dihidangkan antara lain serupa Nasi Uduk, Nasi Rames, dan Rendang.
Menariknya, di balik proses penjualan, untuk meracik makanan tersebut masih menggunakan cara tradisional Indonesia.
Rosalina mengungkapkan, hal itu juga memiliki alasan, yakni bertujuan mengedepankan cita rasa sederhana dan sesuai apa adanya.
"Contoh halnya pembuatan nasi uduk, yang masih menggunakan dendeng yang besar dan sekali masak itu sebanyak 5 kg," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Resto-Indonesia-Mama-Rozie-yang-terletak-di-Al-Muntazah-Doha-Qatar.jpg)