Ibadah Haji dan Umrah
Boy Hari Novian: Biaya Ibadah Haji 2023 Kemungkinan Akan Ada Kenaikan
Boy juga mengingatkan bagi jamaah yang terjadwal berangkat tahun 2023 juga untuk mempersiapkan perihal kenaikan tarif tersebut.
Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Umar Widodo
Laporan wartawan wartakotalive.com, Cahya Nugraha
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Jawa Barat, Boy Hari Novian menuturkan bahwa biaya ibadah haji 2023 akan ada kenaikan harga.
Hal itu ia ungkapkan usai menghadiri kegiatan “Jagong Masalah Haji dan Umrah Tahun 2022 Angkatan XIII”, Jumat (11/11/2022) yang berlokasi di Hotel Savero, Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
"Berkaca tahun 2022 ada kenaikan, 2023 kemungkinan juga akan ada kenaikan. Ini mesti dipersiapkan oleh seluruh jamaah haji," ungkap Boy kepada wartawan TribunnewsDepok.
Boy juga mengingatkan bagi jamaah yang terjadwal berangkat tahun 2023 juga untuk mempersiapkan perihal kenaikan tarif tersebut.
"Termasuk yang nomornya berangkat pada tahun 2023," jelasnya.
Ketika ditanya perihal kenaikan dana haji 2023, Boy masih belum bisa memastikan berapa tarifnya.
"Besarannya belum, masih dirundingkan oleh pemerintah, namun jika melihat dari kemarin (2022) itu biayanya 98 juta rupiah," ungkap Boy.
"Tapi jamaah hanya membayarkan 36 juta sisanya subsidi pemerintah. Kemungkinan kenaikan tidak jauh dari angka tersebut," sambungnya.
Adapun indikator dari kenaikan tarif haji ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti halnya biaya fasilitas, hotel, makanan, transportasi dan lainnya.
"Kita menetapkan biaya juga dari pemerintah Arab Saudi seperti untuk hotel, makanan, transportasi, ketika itu ada kenaikan maka kita pun berdampak," jelas Boy.
Sementara itu terkait masa tunggu ibadah haji, Boy menuturkan bahwa masa tunggu untuk wilayah Jawa Barat rata-rata berada di atas 20 tahun lamanya, sementara khusus untuk wilayah Kota Depok harus rela menunggu selama 24 tahun.
"Khusus Depok 24 tahun dan untuk Jawa Barat rata-rata diatas 20 tahun kang," ungkap Boy kepada wartawan TribunnewsDepok saat dihubungi, Minggu (13/11/2022).
Baca juga: Warga Depok yang Ingin Ibadah Haji Harus Bersabar, Masa Tunggu Ibadah Haji untuk Kota Depok 24 Tahun
Terkait dengan kuota haji , dijelaskan oleh Boy bahwa pada tahun 2022, kuota haji yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi sebanyak 46,5 persen, itu sekitar 105 ribu penduduk Indonesia yang bisa pergi haji.
Hal itu bukan tanpa alasan, sebab karena pandemi, pemerintah Arab Saudi hanya sanggup membuka 105 ribu kuota untuk Indonesia dari 221 ribu kuota setiap tahunnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Haji-dan-Umrah.jpg)