Rabu, 29 April 2026

Kasus Doping

KONI Pusat Cabut Medali dan Berikan Skorsing 4 Tahun ke Atlet yang Terbukti Doping di PON Papua

Lima atlet yang terdiri dari empat atlet Binaraga dan satu atlet Angkat Berat itu akan disanksi skorsing selama empat tahun dan pencabutan medali

Tayang:
Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: Umar Widodo
Istimewa
Para atlet cabor Binaraga saat tampil di PON Papua 2021, Badan Doping Indonesia IADO menemukan 4 Binaragawan dan 1 Lifter yang positif doping 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -  Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) telah mengumumkan lima atlet yang menggunakan doping saat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua.

Lima atlet yang terdiri dari empat atlet Binaraga dan satu atlet Angkat Berat itu akan disanksi skorsing selama empat tahun dan pencabutan medali.

Hal itu ditegaskan oleh pernyataan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, saat ditemui di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2022).

"IADO telah mengeluarkan keputusannya terkaait beberapa atlet yang pada saat PON Papua terkena doping. Ada empat atlet binaraga dan satu atlet angkat besi," ujar Marciano.

"Mereka semua ini terkena sanksi empat tahun tidak boleh beraktivitas dalam kegiatan olahraga, jadi mereka terkena skorsing empat tahun," lanjutnya.

Marciano Norman
Ketum KONI Pusat Marciano Norman akan mencabut medali PON Papua 2021 dari para atlet yang positif doping serta memberikan hukuman skorsing selama 4 tahun

KONI Pusat sebagai induk organisasi cabang olahraga pun merespon keras dengan tersandungnya para atlet yang menggunakan doping.

Bagi atlet yang meraih medali di ajang multievent bergengsi di tanah air itu pun akan kehilangan hak atas medalinya.

"Oleh karenanya, setelah dikeluarkan ini, bagi mereka yang kemarin di Papua mendapatkan medali, maka akan berdampak bahwa medalinya akan dicabut dan KONI Pusat akan memberikan kepada mereka yang memang berhak  mendapatkan medali itu," tegas Marciano.

Bertepatan dengan momentum hari ulang tahun ke-84 KONI Pusat, Marciano pun mengimbau para atlet dan insan olahraga supaya bisa mendulang prestasi dengan cara-cara yang sehat.

Menurutnya, semua atlet Indonesia memiliki potensi untuk menjadi 'jawara' tanpa bantuan doping, asal mau bekerja keras.

"Oleh karenanya, dari ulang tahun KONI Pusat yang ke-84 tahun ini, tekad prestasi tanpa doping menjadi harapan kita semua," tutur Marciano.

"Saya minta seluruh caban olahraga, seluruh atlet dari manapun juga, meningkatkan prestasi tanpa doping. Indonesia bisa jika kita mau bekerja keras," sambungnya.

Baca juga: Ketum KONI Pusat Temui Menpora Sampaikan Rencana Pelaksanaan Rakernas di Jakarta

Sekadar informasi, lima atlet tersebut kedapatan positif doping setelah IADO melakukan pengetesan terhadap 718 atlet dari total 7.038 atlet yang mengikuti PON Papua pada 2–15 Oktober tahun lalu.

Kelima atlet itu empat berasal dari cabor Binaraga, yaitu Kariyono (Jawa Timur), Abdul Manan (Bangka Belitung), Andri Yanto (Aceh), dan Putu Martika (Bengkulu).

Satu atlet lainnya merupakan atlet cabor Angkat Besi, yakni Carel Yulius (Jawa Barat).

Tiga dari lima atlet tersebut merupakan peraih medali emas PON Papua. Yakni, Andri Yanto, Putu Martika, dan Carel Yulius.

Sementara itu, Kariyono meraih medali perunggu dan Abdul Manan mendapat perak. (Alfarizy AF/M39)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved