Metropolitan
Kuasai Lahan Pertamina, Warga Bersitegang dengan Polisi dan Wartawan-Blokade Jalan Pancoran Buntu 2
Kuasai Lahan Pertamina, Warga Bersitegang dengan Polisi dan Wartawan-Blokade Jalan Pancoran Buntu 2
Ketua Tim Recovery Aset Pertamina, Aditya Karma, mengatakan dalam sidang pemeriksaan setempat hari ini Majelis Hakim mencoba untuk mengumpulkan data dan melakukan verifikasi.
"Saya melihatnya Hakim tadi dalam posisi mengumpulkan data. Dia mengonfirmasi yang dibawa oleh penggugat dan tergugat, makanya disebutnya sidang pemeriksaan setempat. Dihadirkan para pihak, dihadirkan pengacara. Kalau ditanya penekanannya, dia (Hakim) memastikan penggugat tahu apa yang dia gugat," kata Aditya kepada wartawan.
Ditemui bersamaan, Legal Head PT PTC Ahmad Suyudi menambahkan, sidang akan dilanjutkan pada 21 September 2021 dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak penggugat.
"Dari saksi penggugat dihadirkan tanggal 21 September hari Rabu. Tergugat belum, biasanya seminggu atau 10 hari setelahnya," ujar Suyudi.
Baca juga: Terima Uang Pindah, 80 Persen Warga Sukarela Tinggalkan Lahan Pancoran Buntu 2
Baca juga: Cerita Didik Mantan Sekretaris RT Awal Mula Tempati Lahan Milik Pertamina Pancoran Buntu 2
Sejarah Pancoran Buntu 2 hingga Dikuasai Warga Pendatang
Langkah pemulihan aset yang dilakukan Pemkot Jakarta Selatan dan PT Pertamina atas tanah di Pancoran Buntu 2 menuai penolakan dari sejumlah warga yang menguasai lahan.
Terkait hal tersebut, mantan Sekretaris RT Pancoran Buntu 2, Didik buka suara.
Diungkapkannya, sejarah awal mula warga menduduki lahan yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan itu sudah terjadi sejak tahun 80an.
Dirinya sendiri mengaku pertama kali menginjakkan kaki di Pancoran Buntu 2 sekira tahun 1988-1989.
"Waktu itu masih lahan kosong, belum begitu banyak orang," kata Didik dikutip dari Tribun Jakarta pada Kamis (31/3/2022).
Meski demikian, Didik menyebut saat itu sudah ada 27 orang yang menempati lahan Pancoran Buntu 2 dengan mengatasnamakan ahli waris.
Padahal, jelas Didik, ketika itu plang PT Pertamina sudah terpasang di lahan Pancoran Buntu 2.
"Memang ada salah satu yang dipercaya ahli waris untuk mengelola di situ, ya dia bilang bahwasanya lahan itu bukan milik Pertamina," tutur Didik.
Ia mengungkapkan, biaya untuk mengontrak di Pancoran Buntu 2 berkisar Rp 6-7 juta.
Baca juga: Pulihkan Aset Pertamina di Pancoran Buntu 2, Pemkot Jaksel Gelar Sosialisasi
Baca juga: Dukung Pemulihan Aset Pertamina di Pancoran Buntu 2, Pemkot Jaksel : Hindari Kerugian Negara
"Jadi seandainya kalau mau ngontrak lahan-lahan kosong, ya sudah mau berani berapa," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Warga-melakukan-penutupan-Jalan-Pancoran-Buntu-2.jpg)