Berawal dari Balap Liar, Pembalap Termuda Ini Sukses Finish Urutan ke Enam di Sirkuit Sentul
jatuh berkali-kali sampai tulang patah dan bergeser tak menyurutkan langkah Pandu untuk menjadi pembalap profesional
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SENTUL - Menggeber tunggangan besinya hingga finish diurutan ke enam adalah hal yang menjadi sejarah bagi pembalap Pandu Padmogani Zakat (15).
Ya, remaja kelas 1 SMA Alexandria Bekasi ini mengikuti ajang bergengsi Yamaha Sunday Race kelas 250 cc yang menjadi debutnya sebagai seorang pembalap.
Dengan menunggangi Yamaha 25 R standar, Pandu mampu melibas 24 rider lainnya yang mengaspal di Sirkuit Internasional Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022).
“Senang banget pasti ya, bersyukur bisa finish di enam besar karena in ikan pertama kali saya ikut balapan resmi setelah masuk sekolah balap 2019 lalu,” tuturnya kepada TribunnewsDepok.com seusai balapan di Sirkuit Internasional Sentul, Minggu (28/8/2022).
Sebagai pemula, Pandu mengisahkan betapa dirinya sudah tak sabar mengaspal di sirkuit resmi sebagai seorang pembalap profesional.
Pasalnya, sebelum akhirnya bernaung di Sekolah Balap 43, Pandu mengaku dirinya lebih dulu mengikuti balap liar untuk memuaskan hasratnya menggeber tunggangannya.
Seiring berjalannya waktu, Pandu sadar balapan liar sangat membahayakan dan merugikan tak hanya dirinya melainkan juga orang lain lantaran berpotensi celaka.
Baca juga: Sukses Gelar Jakarta E-Prix, FEO Pertimbangkan untuk Gelar Dua Seri Balapan Formula E di Jakarta
“Balap liar asyik tapi membahayakan, saya terus bilang ke bapak saya mau balapan dan bapak mengarahkan ke balap professional,” tuturnya.
“Sejak saat itu (di sekolah balap) saya tahu kalau balapan banyak tekniknya, enggak asal kencang saja,” ujarnya.
Sejak belajar di sekolah balap itulah, Pandu mengaku banyak ilmu yang didapatnya mengenai teknik yang tepat untuk bisa meraih kesuksesan dalam ajang balap motor.
Jatuh berkali-kali rupanya tak membuat semangat putra dari Hazmi Srondol ini kapok untuk bangkit dan terus belajar balapan.
Baca juga: MotoGP Argentina 2022 Digelar Akhir Pekan Ini, Fabio Quartararo: Balapan Paling Sulit Bagi Saya
“Jatuh terus sih awal-awalnya, tulang ada yang patah dan geser tapi saya terus belajar, enggak kapok karena memang suka sama balapan,” paparnya.
Kecintaannya ini pun dikatakan Pandu bukan dari kecil didapatinya, itu sebabnya sang ayah juga sempat kaget manakala dirinya meminta untuk serius menekuni balapan.
Pada balapan di Sentul kemarin, Pandu mendapat banyak dukungan dari para supporter yang setia memberikan semangat dari bangku tribun.
Genderang dan bendera yang didominasi warna putih bertuliskan nomor 32 dengan tinta kuning terang menjadi hal yang ramai terlihat di bangku tribun penonton.
Baca juga: Dipacari John Hopkins, Nikita Mirzani Tak Tahu Kekasihnya Mantan Pebalap MotoGP
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pandu-Padmogani-Zakat.jpg)