Sabtu, 2 Mei 2026

Kota Bogor

Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Pemkot Bogor Imbau Patuhi Protokol Kesehatan

Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Pemkot Bogor Imbau Masyarakat Hidup Bersih dan Patuhi Protokol Kesehatan

Tayang:
Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Dwi Rizki
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Ilustrasi monyet 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mulai melakukan pencegah terkait wabah cacar monyet (monkeypox) yang masuk ke Indonesia. 

 

Meski saat ini cacar monyet belum terdeteksi di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat namun Dinkes Kota Bogor telah membuat Surat Edaran dalam rangka penyesuaian membangun komunikasi antar pihak.

 

Tujuannya untuk mencegah penyebaran cacar monyet masuk wilayah Kota Bogor. 

 

"Surat Edaran jni turunan langsung dari Kemenkes untuk lebih meningkatkan kembali protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi," ucap Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Bowo Retno. 

Retno menerangkan dalam surat tersebut setidaknya berisi petunjuk secara lengkap petunjuk pelaksanaan dan teknis penanganan, termasuk pula ada bentuk pengawasannya. 

 

 

Ia pula menghimbau kepada masyarakat Kota Bogor untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi protokol kesehatan seperti yang berlaku pada Pandemi Covid-19. 

Baca juga: Lepas Tim Medis Keliling Desa di Kabupaten Bogor, Risma Ingatkan Pesan Megawati Soekarnoputri

Baca juga: Street Race Seri Keempat Akan Digelar di Kemayoran, Polda Metro Jaya Kordinasi dengan IMI

Diketahui sebelumnya, bahwa Kasus pertama penyakit cacar monyet telah ditemukan di Indonesia.

 

Kasus tersebut terkonfirmasi pada pasien laki-laki berusia 27 tahun yang berasal dari DKI Jakarta. Sebelumnya, pria tersebut memiliki riwayat perjalanan luar negeri. 

 

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, pasien mengalami sejumlah gejala sebelum akhirnya terdiagnosis cacar monyet pada Jumat (19/8/2022) malam.

 

"Dengan gejala tanggal 14 (Agustus) itu ada demam, kemudian juga ada pembesaran kelenjar. Tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat," ujarnya, dalam konferensi pers, Sabtu (20/8/2022). 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved