Metropolitan
Relawan Pesimis Dinkes Bisa Terapkan Branding 'Rumah Sehat' yang Dicanangkan Anies, Ini Alasannya
Relawan Kesehatan Pesimis Dinkes Bisa Terapkan Branding 'Rumah Sehat' yang Dicanangkan Anies Baswedan
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia pesimis Dinas Kesehatan DKI Jakarta bisa menerapkan branding rumah sehat yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (5/8/2022) lalu.
Saat itu Anies menekankan perlunya upaya preventif dan promotif kesehatan dalam penjenamaan dari rumah sakit menjadi rumah sehat.
Ketua Rekan Indonesia Agung Nugroho mengatakan, penjenamaan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat harus dibarengi dengan kesungguhan Dinkes.
Hal ini dilakukan agar membangun upaya preventif dan promotif kesehatan berjalan optimal.
“Jangan sampai dalam pelaksanaannya hanya sebatas seremonial tanpa pernah bersungguh-sungguh membangun upaya preventif dan promotif kesehatan di tengah masyarakat,” kata Agung pada Sabtu (6/8/2022).
Agung melihat selama ini upaya preventif dan promotif kesehatan yang dijalankan Dinkes DKI hanya seremonial semata. Sekalipun dilakukan, hanya bersifat promotif kesehatan saja tanpa diiringi dengan preventif kesehatan.
“Lihat saja masih banyak jajanan tidak sehat yang dijual di sekolah-sekolah. Masih banyak warga yang mengkonsumsi narkoba dan masih banyak jentik nyamuk sehingga masih banyak yang kena DBD (demam berdarah dengue), dan lainnya,” ungkapnya.
Sederet masalah tersebut, menurut Agung, merupakan bukti Dinkes tidak melakukan upaya preventif di tengah masyarakat. Dengan kinerja seperi itulah yang membuat Agung ragu branding rumah sehat yang dicanankan Anies bisa sesuai harapan.
Baca juga: Meriahkan PHRI BikeTour Bogor, Sandiaga Uno & Bima Arya Tuntaskan 31 Kilometer Keliling Kota Bogor
Baca juga: Politisi PKS Bela Anies, Ungkap Perubahan Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat Sudah Tepat
“Membenahi sistem rujukan saja selama empat tahun ini tidak pernah beres, dan selama ini masih ada keluarga pasien yang harus keliling Jakarta hanya untuk mencari rumah sakit yang bisa menerima rujukan untuk keluarganya yang sakit,” katanya.
“Padahal itu menjadi tugas rumah sakit dalam hal ini Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT),” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Anies-Baswedan-Rumah-Sehat.jpg)