Kamis, 21 Mei 2026

Terjaring Razia PMKS, Rizki Keluhkan Sulit Cari Nafkah Terpaksa Kembali Menjadi Manusia Silver

Rizki mengaku profesi nelayan yang ia geluti tak dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari meski sudah berlayar selama enam bulan

Tayang:
Editor: Umar Widodo
Warta Kota/M Rifqi Ibnumasy
Rizki si manusia silver terjaring razia PMKS dan diamankan oleh dua Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Utara. 

Laporan wartawan wartakotalive.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Cat berwarna silver hampir menutupi semua anggota tubuh Rizki (25), hanya gigi dan mata yang masih nampak warna alami.

Pria manusia silver itu berontak, lakukan perlawanan sebisanya saat petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Utara menangkapnya saat razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Ini bukan kali pertama Rizki terjaring razia PMKS, bahkan ia pernah menjalani rehabilitasi selama 10 bulan di sebuah panti sosial daerah Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Pengalaman pahit menjalani rehabilitasi selama berbulan-bulan itulah menyebabkan Rizki menolak mengikuti perintah petugas P3S untuk diamankan.

Dengan nada penuh emosional terpancar dari tatapannya yang tajam, Rizki keluhkan sulitnya mencari nafkah untuk keluarganya.

Bahkan, seusai menjalani rehabilitasi pada 2020 silam, ia pernah menjajal bekerja sebagai seorang nelayan. Namun pekerjaan itu tak bertahan lama.

Rizki mengaku profesi nelayan yang ia geluti tak dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari meski sudah berlayar selama enam bulan.

Akhirnya, ia kembali ke jalanan menjadi manusia silver dengan mengharapkan ketibaan pengguna jalan memberikan pundi-pundi rupiah baginya.

Kepala petugas, Rizki mengaku kembali menekuni profesi sebagai manusia silver sudah setahun ke belakang ini. 

"Baru setahunan, dulunya berlayar cuman udah cape. Cape-cape berlayar enam bulan nggak ada hasilnya," kata Rizki, Senin (1/8/2022).

Rizki pun mengaku penghasilannya sebagai manusia silver lebih tinggi dibandingkan dengan profesi seorang nelayan yang pernah dijalani.

Saat menjadi nelayan, Rizki tak dapat menyisihkan uang sepeserpun karena pendapatannya hanya cukup untuk menyambung hidup di kapal.

"Habis di kapal aja (uangnya). Daripada ngegembel di kapal mendingan ngegembel di sini," keluh Rizki sinis.

Sebelumnya, Petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Utara jaring razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di sejumlah wilayah Jakarta Utara pada Minggu (31/7/2022).

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved