Minggu, 12 April 2026

Kriminalitas

Bela Roy Suryo, Lieus Sungkharisma Ajak Debat Dharmapala Nusantara : Jangan Permalukan Umat Buddha

Bela Roy Suryo, Lieus Sungkharisma Ajak Debat Dharmapala Nusantara : Jangan Permalukan Umat Buddha

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Roy Suryo 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Roy Suryo disoroti banyak pihak.

Tak terkecuali Tokoh umat Buddha Lieus Sungkharisma.

Dirinya pun angkat bicara, bahkan mengajak debat pengurus Dharmapala Nusantara paska melaporkan Roy Suryo terkait kasus meme Candi Borobudur ke Polda Metro Jaya.

"Kalau saya berani ajak debat Dharmapala itu, dia belajar agamanya di mana sampai tingkat berapa, saya Lieus, saya berani saya tantang dia," ujarnya pada Jumat (29/7/2022).

Aktivis umat Buddha ini mengaku greget dan merasa malu karena ada desakan untuk menahan mantan Mepora paska ditetapkan tersangka.

 

"Jangan permalukan umat Buddha di mata masyarakat dan Internasional, enggak ada satu kata dari pelapor siapa periksa itu tiga orang yang bikin, enggak ada satu kalimat pun untuk segera, bukan diincar yang ini terus (Roy Suryo)," tutur Lieus.

Baca juga: Izin Tidak Lengkap, Satpol PP Segel Gudang Bangkai Pesawat di Kemang Bogor

Baca juga: Hadirkan Kebutuhan Masyarakat, Sandiaga Uno Optimis Cetak 4,4 Juta Lapangan Kerja Tahun 2024

Sebelumnya, Tokoh umat Buddha, Lieus Sungkharisma meminta aparat kepolisian jangan terburu-buru menetapkan pakar telematika Roy Suryo sebagai tersangka atas kasus meme Candi Borobudur wajah Presiden Joko Widodo.

 

Apalagi, Roy Suyo sudah melayangkan permohonan maaf secara terbuka di stasiun televisi dan menghapus postingannya.

 

"Dia sudah take down, dia inisiatif laporkan tiga orang yang buat tiga akun itu," ujarnya Jumat (29/7/2022).

 

Lieus justru mengarahkan penyidik agar memeriksa tiga akun sosial media yang awal menyebar meme tersebut.

 

Lelaki lanjut usia itu sempat datang ke Polda Metro Jaya untuk memberikan dukungan kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.

 

"Yakinlah umat Buddha tidak mau menghukum beliau cuman karena mencuit," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved