Metropolitan
Cegah Membludaknya Pengunjung Tebet Eco Park, Ini Solusi DPRD DKI Jakarta
Cegah Membludaknya Pengunjung Tebet Eco Park, Legislator Minta Pemprov DKI Sosialisasikan Taman di Ibu Kota
“Tentu kami di Pemprov DKI senang melihat antusiasme warga dalam memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.
Dalam postingannya, Anies menyampaikan ada 10 taman alternatif yang dapat dinikmati masyarakat. Adapun kesepuluh taman itu adalah Taman Lapangan Banteng, Taman Suropati, Taman Sungai Kendal, Taman Rotanusa, Hutan Kota Srengseng, Taman Cattleya, Taman Puring, Taman Sambas Asri, Taman Apung dan Taman Piknik.
Sementara itu dikutip dari akun Instagram @tebetecopark, Tebet Eco Park sebelumnya dikenal dengan Taman Honda Tebet. Sedari dulu tempat ini menjadi lokasi aktivitas masyarakat setempat.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi taman kian menurun sehingga memerlukan pemulihan kembali.
Proyek revitalisasi seluas tujuh hektar yang dilakukan, berfokus pada restorasi ekologi untuk mengembalikan fungsi lingkungan serta sosial.
“Mulai dari renaturalisasi sungai hingga penyediaan fasilitas rekreasi dan edukasi,” demikian postingan dari @tebetecopark.
Renaturalisasi sungai diwujudkan melalui ssitem drainase yang meliuk-liuk dan memperbanyak taman di sekitar aliran kali.
Sementara fungsi sosial dan edukasi dalam taman ini dilengkapi ragam fasilitas, di antaranya community lawn untuk berbagai acara, community garden yang memungkinkan warga untuk urban gardening, serta childred playground.
Dalam prosesnya, Tebet Eco Park tercipta dari kekutan kolaborasi dari tim arsitek, pemerintah, ragam konsultan dan masyarakat setempat melalui focus group discussion (FGD).
“Kini tamannya sudah dibangun, saatnya antarelemen masyarakat berkolaborasi agar menjaga kelangsungan dan kebersihan Tebet Eco Park,” kata Principal Designer Tebet Eco Park, Anton Siura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Tebet-Eco-Park.jpg)