Kamis, 9 April 2026

Timnas Wanita

Helsya Maeisyaroh Terpilih Jadi Kapten Timnas Wanita Indonesia Termuda

Terpilihnya Helsya menjadi kapten tim melengkapi catatan pribadinya yang masuk dalam daftar sebelas pemain pertama di kompetisi Piala Wanita AFF 2022

Editor: Umar Widodo
pssi.org
Helsya Maeisyaroh (tengah) terpilih sebagai kapten timnas wanita Indonesia termuda pada usia 17 tahun 2 bulan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Tim pelatih timnas wanita Indonesia memilih Helsya Maeisyaroh kembali menjadi kapten pada gelaran Piala AFF Wanita 2022. Ini menjadi kali kedua bagi Helsya untuk mengenakan badge kapten di laga internasional timnas wanita.

Terpilihnya Helsya menjadi kapten tim melengkapi catatan pribadi Helsya yang masuk dalam daftar sebelas pemain pertama di kompetisi Piala Wanita AFF 2022.

Helsya menjadi salah satu pemain muda yang dipercaya pelatih Rudy Eka Priyambada untuk menjadi kapten saat usianya baru menginjak 17 tahun.

“Memilih Helsya sebagai kapten bukan tanpa alasan. Selain memberikan jam terbang, hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah regenerasi kepemimpinan. Helsya sudah pernah tampil di Piala Wanita Asia, sudah ada pengalaman di level itu, jadi diharapkan jiwa kepemimpinannya terbentuk untuk timnas wanita ke depannya,”ungkap Rudy.

Pelatih timnas sepak bola wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada
Pelatih timnas sepak bola wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada (pssi.org)

Mendapat kepercayaan menjadi kapten di gelaran Piala Wanita AFF 2022 menjadi pengalaman paling berharga untuk Helsya.

Pemain yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) ini merasa bersyukur karena diberikan kepercayaan oleh pelatih Rudy Eka untuk menjadi pemimpin tim kala bertanding kontra Thailand dan Malaysia.

Baca juga: Timnas Wanita Indonesia Kalah Telak 0-18 dari Australia, Ini Kata Pelatih Rudy Eka Priyambada

Baca juga: Menpora Yakin PSSI Sudah Siapkan Dengan Baik Timnas Wanita Indonesia di Piala AFF 2022

“Bersyukur dan tidak menyangka saat saya mendapat kepercayaan dari pelatih memakai badge kapten dua kali secara berturut-turut. Selama berlatih dan memperkuat timnas, saya hanya fokus ke pertandingan, bukan tentang menjadi kapten atau tidak. Ini berarti saya punya tanggung jawab bersama teman-teman yang bertanding di lapangan” ujar Helsya.

Pengalaman memakai badge kapten secara dua kali berturut-turut di laga internasional level senior memang baru pertama kali Helsya rasakan.

Namun memakai badge kapten saat pemusatan latihan sudah pernah ia rasakan saat tim tengah dalam persiapan menjalani kualifikasi Piala Wanita Asia bulan September lalu. 

Tepatnya saat timnas wanita berhadapan dengan tim sepak bola putri Jawa Barat yang dipersiapkan untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 lalu.

“Rasanya berbeda ketika memakai badge kapten di level internasional. Entah kenapa, tapi rasanya tanggung jawab jadi lebih besar dari pada sekedar laga uji coba. Harus benar-benar mempersiapkan mental dan menjaga mental tim juga supaya tidak down ketika menghadapi pertandingan” tambahnya.

Di laga tersisa Helsya berharap kekuatan tim akan semakin kuat dalam menghadapi tim-tim di fase grup A. Apalagi lawan tersisa yang dihadapi adalah lawan yang familiar, seperti Australia dan Singapura yang pernah dihadapi pada Piala Wanita Asia 2022.

Singapura terakhir bertemu dengan Indonesia pada kualifikasi Piala Wanita Asia di Tajikistan pada September 2021 lalu.

“Siapapun yang menjadi kaptennya harus bisa menjaga mental dan semangat tim. Karena menjadi kapten berarti mendapat kepercayaan lebih dari pelatih. Semoga timnas wanita bisa memberikan penampilan terbaik di Piala Wanita AFF tahun ini.” tutup Helsya.

Di laga fase grup a, timnas wanita Indonesia akan menjalani tiga laga lagi yakni kontra Australia pada 8 Juli 2022, tuan rumah Filipina pada 10 Juli 2022 dan Singapura pada 12 Juli 2022.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved