DPRD Kota Bogor

Cafe Elvis Grup Holywings Ditutup, Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Langkah Bima Arya

Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor dukung langkah Bima Arya mencabut izin atau menutup Cafe Elvis Grup Holywings.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humpro DPRD Kota Bogor
Cafe Elvis Grup Holywings Ditutup, Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Langkah Bima Arya. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Cafe Elvis Grup Holywings Ditutup, Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor dukung langkah Bima Arya.

Pemerintah Kota Bogor resmi mencabut izin usaha dan operasional Elvis Cafe eks Holywings Bogor secara permanen.

Hal itu dilakukan lantaran Pemkot Bogor menemukan ratusan botol minuman beralkohol golongan B dan C serta bukti transaksi penjualannya.

Baca juga: SDIT Zaid Bin Tsabit Bikin Sejarah Wisuda di Gedung DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto Katakan Ini

Langkah tegas dari Wali Kota Bogor ini didukung penuh oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.

"Apresiasi penuh terhadap langkah Walikota dan jajaran yang dengan tegas mencabut ijin cafe Elvis eks Holywings Bogor. Ini bukti bahwa Pemerintah serius untuk menjalankan visinya", jelas Atang.

Sebelumnya diberitkan cafe Elvis yang masuk dalam Holywings Grup kedapatan menyimpan dan menjual minuman beralkohol golongan B dan C.

Selain itu, Holywings Grup juga kedapatan membuat program promo yang mencatut nama Muhammad dan Maria.

"Langkah-langkah yang mereka lakukan sudah jelas tidak ada itikad baiknya. Menjual minuman beralkohol dan menghina nama dari sosok manusia terbaik dengan hal yang justru dilarang oleh agama," ujar Atang Trisnanto.

"Tidak boleh ada pengampunan. Harus tegas. Salah satunya dengan pencabutan ijin. Berikutnya dengan memproses pelanggaran tersebut sesuai aturan berlaku," tandasnya.

Baca juga: Eks Holywings Bogor Akan ditutup Permanen, Wali Kota Bogor Bima Arya Temukan Bukti Kuat Pelanggaran

Atang Trisnanto mengajak semua pihak untuk membantu mewujudkan visi Bogor Kota Ramah Keluarga.

Semua hal termasuk investasi perlu diarahkan untuk memperkuat visi tersebut.

"Visi ini sangat baik. Di lapangan masih banyak PR. Untuk itu diperlukan kebersamaan semua pihak. Tidak hanya pemerintah saja. Konsep wisata pun saat ini berkembang kepada konsep family tourism. Jadi, investasi perlu diarahkan untuk menangkap peluang besar ini," papar Atang.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved