Korupsi
Rawan Persekongkolan, Bupati Karawang Diminta Awasi Ketat Kerja APIP
Rawan Persekongkolan, Bupati Karawang Diminta Awasi Ketat Kerja APIP. Berikut Alasannya
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana diminta mengawasi secara ketat kerja aparat pengawasan intern pemerintah (APIP).
Permintaan itu disampaikan Direktur Karawang Budgeting Control (KBC), Ricky Mulyana, kepada awak media pada Kamis (30/6/2022).
Menurutnya, jika tidak diawasi secara ketat sangat rawan terjadi persekongkolan dalam proses pengadaan barang kegiatan pembangunan.
APIP sendiri diketahui seperti pejabat pembuat komitmen dan pejabat pelaksana teknis anggaran hingga pengawas lapangan.
"Jadi kami meminta Bupati Cellica Nurrachadiana lebih maksimal dalam melaksanakan reformasi birokrasi dengan menguatkan kapabilitas APIP dalam menjalankan kegiatan pembangunan," ujarnya.
Dari catatan KBC, Ricky menyebutkan, proyek pengadaan barang dan jasa (BPJ) di lingkungan Pemkab Karawang senilai Rp 2, 016 triliun. Tentu besaran nilai itu rawan terjadi persekongkolan, apalagi jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat.
"Saat ini kami juga menilai ada dugaan persekongkolan dengan modusnya mengatur pemenang tender antara panitia lelang dengan penyedia barang," beber dia.
Baca juga: Heboh Benda Mencurigakan di Lapas Perempuan Tangerang, Diperiksa Tim Gegana Isinya Cuma Sandal
Baca juga: Kaget Pas Tahu Dirinya Hamil, Indah Permatasari: Rasanya Luar Biasa
Dugaan soal itu, kata Ricky, karena ada contoh kasus yang terjadi dimana terdapat pelelangan yang dilaksanakan melalui e-lelang umum dengan metode Pascakualifikasi satu file menggunakan sistem gugur.
Pemenang lelang saat itu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinyatakan tidak layak sebagai pemenang karena tidak memenuhi syarat lelang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bupati-Karawang-Cellica-Nurrachadiana-18522.jpg)